Ratusan warga Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang keracunan diduga usai menyantap es buah yang dibeli di Dusun Ngabean. Polisi menyebut pedagang es sudah menjual 300 porsi di hari yang sama.
"Saat ini yang bisa kami data untuk korban keracunan berjumlah sekitar 140-an orang. Dan ini bisa terus bertambah karena porsi yang (terjual) 300 porsi. Dan satu porsi bisa dimakan bisa lebih dari satu orang," kata Kasat Reskrim Polresta Magelang, Kompol La Ode Arwansyah, kepada wartawan di Polresta Magelang, Rabu (14/10/2026).
Es buah itu dibeli ratusan warga di Dusun Ngabean, Desa Sidowangi, Kecamatan Kajoran pada Selasa (13/10). Sedangkan laporan dugaan keracunan diterima polisi pada Rabu (14/10) pagi.
"Kami dapat informasi sekitar pukul 10.00 WIB, dari piket Polsek. Polresta Magelang diberitahu oleh Puskesmas Kajoran bahwa ada kejadian keracunan," jelas La Ode.
"Sehingga petugas kami dari identifikasi maupun piket Pamapta langsung ke lokasi. Dan fakta-fakta yang kami dapat adalah yang pertama, telah terjadi keracunan yang diduga disebabkan oleh minuman sejenis es campur terdiri dari beberapa buah seperti nangka, melon, degan dan lain-lain," imbuhnya.
La Ode menambahkan, sampelnya telah diamankan petugas identifikasi bekerja sama dengan Puskesmas Kajoran.
"Kami sembari menunggu hasil uji labnya, kami juga sudah melakukan klarifikasi awal kepada pemilik atau penjual es campur," kata La Ode.
"Untuk informasi yang kami dapat dari keterangan saksi-saksi bahwa es campur ini dijual di hari Selasa siang," pungkasnya.
Dari ratusan korban keracunan, sebanyak 37 warga dibawa ke RSUD Merah Putih Magelang. Di antara pasien itu ternyata ada anak-anak hingga ibu hamil.
"Tadi mulai pukul 11.00 WIB ada kiriman pasien dari wilayah Kajoran dengan diagnosa sementara suspek intoksikasi. Untuk beberapa yang masuk ke rumah sakit total sampai dengan pukul 15.00 WIB ada 37 orang," kata Kepala Bidang Penunjang RSUD Merah Putih, drg Rurit Obyantoro kepada wartawan di RSUD Merah Putih, Rabu (14/10/2026).
"Dengan perincian anak-anak 12, ibu hamil 2 dan dewasa 23. Untuk yang pulang satu, jadi total yang ada di lakukan observasi itu 29. Sementara yang harus rawat inap ada 8 orang dengan perincian bumilnya 2, anak-anaknya 2 dan dewasa 4," sambung Rurit.
Rurit menjelaskan, rata-rata pasien mengeluhkan mual, kemudian diare dan panas demam. Hal itu merupakan gejala keracunan.
"Rata-rata keluhan mereka mual terus diare dan panas demam. Kemungkinan suspek intoksikasi, cuma kita masih telusuri untuk penyebabnya pastinya. Konsumsinya dugaannya sementara adalah sop buah yang ada di Kajoran," tambahnya.
Sementara itu, dihubungi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, dr Lies Pramudiyanti mengatakan, terkait dugaan keracunan tersebut sedang dilakukan penyelidikan epidemiologi.
"Sedang dilakukan penyelidikan epidemiologi dan pengambilan sampel dari terduga es buah," ujarnya dalam pesannya kepada detikJateng.
"Saat ini sedang dilakukan penyelidikan epidemiologi dan belum ditetapkan status KLB (kejadian luar biasa)," kata Lies.
Saksikan Live DetikPagi:
Simak Video "Video: Soal Keracunan Di SMAN 1 Lasem, DPRD Rembang : Belum Tentu Karena MBG"
(alg/afn)