Aksi duel ala gladiator menggunakan senjata tajam terjadi di jalan lingkar Weleri, Desa Pucuksari, Kecamatan Weleri, Kendal, Senin (12/10) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Akibat aksi itu dua remaja mengalami luka sabetan celurit.
"Memang benar telah terjadi aksi duel dua remaja dengan menggunakan senjata tajam di jalan Lingkar Weleri Desa Pucuksari Kecamatan Weleri. Kejadiannya sekitar pukul 22.00 WIB, TKPnya itu di atas jembatan," kata Kapolsek Weleri, AKP Yulianto saat dihubungi detikjateng, Selasa (13/10/2026).
"Kebanyakan mereka ini yang terlibat dalam aksi duel itu statusmya masih pelajar," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Informasi terkait tawuran gladiator itu dari security Rumah Sakit Islam Weleri yang menyebut ada dua remaja menjalani perawatan karena tawuran.
"Jadi awal laporannya itu dari security RSI sekitar pukul 23.00 WIB. Informasinya ada dua korban luka akibat tawuran lagi dirawat," tuturnya.
Setelah berkoordinasi dengan Reskrim Polres Kendal, petugas gabungan Reskrim Polsek Weleri dan Polres Kendal kemudian mendatangi Rumah Sakit Islam Weleri dan mengamankan dua pelaku.
"Setelah anggota mendatangi rumah sakit, keterangan sementara yang diperoleh kedua remaja yang terluka ini karena duel menggunakan sajam. Istilah mereka ini duel gladiator, jadi bukan aksi tawuran ya mas," jelas Yulianto.
Yulianto menerangkan kedua pelaku yang juga korban ini masih berusia belasan tahun dan sudah diamankan bersama empat temannya.
"Kedua anak ini usianya masih belasan tahun dan sudah kami amankan dengan teman-temannya juga. Jadi keduanya ini ya pelaku, ya korban juga," terangnya.
Yulianto menambahkan proses penyelidikan selanjutnya diserahkan ke unit 3 PPA Satreskrim Polres Kendal.
"Proses selanjutnya di unit 3 PPA Satreskrim Polres Kendal. Jadi yang nangani polres langsung," ucapnya.
Sementara itu, salah satu korban/pelaku, V (15), warga Kecamatan Rowosari, mengatakan, aksi duel ala gladiator berawal saat temannya mendapat tantangan dari seseorang bernama A (16) warga Kecamatan Weleri melalui DM di media sosial Instagram.
"Awalnya itu teman saya saling tantang duel ala gladiator dengan A lewat medsos Instagram. Lewat DM saling menantang," kata V, kepada detikjateng, di Mapolres Kendal.
Kemudian V menggantikan temannya untuk duel dengan A. Mereka berdua berjanji akan duel dengan menggunakan senjata tajam jenis celurit.
"Lalu saya gantikan teman untuk duel sama A. Kami janjian duel pakai senjata tajam," jelasnya.
V menerangkan keduanya kemudian sepakat dan menentukan lokasinya di atas jembatan jalan Lingkar Weleri Desa Pucuksari Kecamatan Weleri pukul 22.00 WIB.
"Kami berdua sepakat kalau duelnya di atas jembatan jalan Lingkar Weleri Desa Pucuksari Kecamatan Weleri pukul 22.00 WIB," terangnya.
V mengungkapkan akibat duel tersebut, dirinya terkena sabetan di bagian kepala. Sedangkan A juga menderita luka di bagian kepala dan punggung.
"Saya luka di kepala kena sabetan celurit. Kalau A lukanya di kepala dan punggung," ungkapnya.
Saat ini, Satreskrim Polres Kendal masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap enam remaja yang masih berstatus sebagai pelajar.
