Misteri Penembak Tukang Tambal Ban di Boyolali

Misteri Penembak Tukang Tambal Ban di Boyolali

Tim detikJateng - detikJateng
Selasa, 13 Okt 2026 05:33 WIB
TKP bengkel tambal ban, lokasi korban ditembak OTK.
TKP bengkel tambal ban, lokasi korban ditembak OTK. Foto: dok. detikJateng
Solo -

Seorang pemilik tambal ban di Mojosongo, Boyolali, bernama Panji Suherman (23), menjadi korban penembakan airsoft gun oleh orang tidak dikenal (OTK). Bahkan, satu peluru gotri sempat bersarang di pipi korban.

Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, mengungkapkan penembakan itu terjadi pada Sabtu (10/10) pukul 11.45 WIB. Ia menyebut korban tengah istirahat saat pelaku mendatangi dan memberondongnya.

"Korban sendiri sedang beristirahat tiduran memainkan handphone, kemudian didatangi oleh terduga pelaku, yang kemudian terduga pelaku tersebut langsung menodongkan senjata jenis airsoft gun terhadap korban yang sedang dalam keadaan tiduran dan langsung menembakkan sebanyak lima kali," terangnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Petugas dari Polsek Boyolali Kota dan Polres Boyolali yang mendapat laporan juga langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan. Petugas juga memasang garis polisi di tempat kejadian perkara (TKP).

ADVERTISEMENT

"Kemudian dari adanya peristiwa tersebut, dari piket Pamapta dan dari piket Reskrim beserta Inafis Polres Boyolali mendatangi TKP, kemudian melakukan olah TKP, kemudian memasang policeline, kemudian mengamankan barang bukti serta segera mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," ujarnya.

Panji Suherman, tukang tambal ban yang ditembaki OTK, saat ditemui di Rumah Sakit Hidayah, Kragilan, Mojosongo, Boyolali, Senin (12/10/2026).Panji Suherman, tukang tambal ban yang ditembaki OTK, saat ditemui di Rumah Sakit Hidayah, Kragilan, Mojosongo, Boyolali, Senin (12/10/2026). Foto: Jarmaji/detikJateng

5 Kali Ditembaki

Sementara korban, Panji, mengutarakan dirinya mendapat 5 tembakan. "Ini (di dada), pipi, hidung, tangan sama kepala belakang," kata dia

Sama seperti keterangan polisi, Panji menuturkan dirinya tengah tiduran di bengkel tambal bannya sembari bermain handphone.

"(Saat itu) Saya lagi tiduran, sambil main HP di situ kan. Terus tiba-tiba dari samping itu ada yang datang diam-diam. Terus saya malik (menghadap) ke orangnya itu, sudah nodongi pistol," ungkap Panji.

Pelaku kemudian mengambil HP yang dibawa korban dan diletakkan di dekatnya. Saat korban akan bangun dari tidurnya dan duduk, pelaku tanpa bicara apapun tiba-tiba menembaki korban.

"Saya mau duduk gitu, langsung ditembak," jelasnya.

Pelaku menembak korban sebanyak 5 kali. Pertama mengenai pipi sebelah kiri dan pelurunya bersarang di pipi. Kemudian mengenai hidung, dada dan tangan. Serta di kepala bagian belakang.

"Lima kali (Ditembak). (Pertama kena) Di pipi, ini sampai nyangkut di sini. Terus hidung, tangan, terus kepala belakang. Dada juga," imbuh dia.

Menurut korban, pelaku penembakan sama sekali tidak membicarakan apa pun. Panji mengatakan pelaku langsung menodongkan airsoft gun kepadanya.

Pelaku lantas mengendarai sepeda motornya dan kabur ke arah Solo.

"Nggak ada (peringatan apa pun). Nggak (bicara satu kata pun). Nembak udah, saya berdiri mungkin nggak melawan, dia (pelaku) ke depan (keluar dari kios tambal ban). Habis saya tahu sudah berdarah itu, ke depan juga, dia sudah lari (ke arah Solo)," katanya.

Ia mengaku tidak memberikan perlawanan lantaran saat itu, dia mengira pelaku bercanda dengannya.

"Enggak (melawan). Tak (saya) kirain teman, itu bercanda atau gimana. Pas duduk malah beneran (ditembak)," ungkapnya.

Ungkap Ciri-ciri Pelaku

Panji melanjutkan, pelaku mengenakan masker, helm, dan mengendarai sepeda motor Aerox putih.

"Nggak tahu saya. (Wajahnya) Nggak kelihatan, tutupan semua. Pakai helm (half face), terus pakai masker, pakai motor Aerox putih," tuturnya.

Panji merasa tidak memiliki masalah dengan orang lain sebelumnya. Ia mengaku setiap hari bekerja sebagai tukang tambal ban dari pagi hingga malam

"(Pelaku) Agak, nggak tinggi-tinggi banget, se saya lah," ujar dia.



(apu/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads