Seorang warga Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, heran usai dapur rumahnya kemasukan peluru nyasar. Peluru itu jatuh dari atap yang terbuka.
"ini apa yaa? subuh2 ada bunyi kenceng bgt terus benda ini mantul ke lantai ada yang tau gak warga?" kata akun @feliciedung di media sosial Threads, dilihat detikJateng, Senin (12/10/2026).
Dalam unggahan yang mendapat komentar dari 122 akun itu memperlihatkan foto selongsong peluru yang disebut nyasar ke rumahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemilik akun, Sasa (25), bercerita peristiwa itu terjadi Minggu (11/10) lalu sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu, dirinya masih tertidur di rumahnya dan mendengar bunyi seperti kaca pecah.
"Kemarin subuh sekitar jam 04.00 WIB lebih, bapak ibu saya ada di dapur, tiba-tiba ada suara seperti kaca pecah, ternyata ada peluru itu jatuh dari atas ke lantai dan masih keadaan mantul kayak bola bekel," kata Sasa melalui pesan singkat kepada detikJateng, hari ini.
Ia menyebut peluru itu bisa masuk karena atap dapur rumahnya yang sedikit terbuka. Usai terbangun, Sasa yang tak yakin benda tersebut adalah peluru, lantas mencari tahu di internet.
"Saya langsung Googling ternyata itu peluru dan belum tahu milik siapa. Tetangga saya juga dengar jam 04.00 WIB ada suara seperti ban pecah," tuturnya.
Ia pun merasa waswas usai insiden itu terjadi di rumahnya. Kendati demikian, Sasa belum melapor pihak berwajib. Ia akan melapor jika hal serupa kembali terjadi.
"Untung nggak kena orang tua saya yang ada di dapur. Karena kalau kena badan pasti sakit, soalnya masih mantul kencang dan menimbulkan suara keras waktu jatuh ke lantai," ungkapnya.
Menurutnya, rumahnya memang dekat dengan Makodam IV/Diponegoro ataupun RSU Banyumanik 2 yang pada Minggu (11/10) dini hari menjadi lokasi tawuran. Ia menduga peluru itu berkaitan dengan keduanya.
"Karena ini pertama kali, makanya agak khawatir karena nggak tahu peluru punya siapa. Takutnya punya orang nggak bertanggung jawab," tuturnya.
"Padahal rumah saya ini padat permukiman dan banyak anak kecil, di rumah saya juga ada bayi 7 bulan. Dari RSU Banyumanik 2 yang TKP tawuran juga dekat, sekitar 5 menit," lanjutnya.
Saat dimintai konfirmasi, Polsek Banyumanik maupun Polrestabes Semarang tak mengetahui adanya kejadian tersebut. Mereka juga tidak mengetahui asal muasal peluru tersebut.
"Saya belum monitor terkait peluru tersebut. (Apakah dari tawuran di RSU Banyumanik 2?) Tadi malam sudah di pers release semua," kata Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKP Jumani.
detikJateng juga telah menghubungi Kapendam Kodam IV/Diponegoro, akan tetapi hingga sore ini belum ada pernyataan resmi terkait hal tersebut.
