Penyerang Bus Persib di Rest Area Tol Batang Dipastikan Suporter Persija

Penyerang Bus Persib di Rest Area Tol Batang Dipastikan Suporter Persija

Robby Bernardi - detikJateng
Senin, 12 Okt 2026 14:58 WIB
Pelaku penyerangan bus Persib diamankan. Pelaku merupakan suporter Persija.
Pelaku penyerangan bus Persib diamankan. Pelaku merupakan suporter Persija. Foto: Robby Bernardi/detikJateng
Batang -

Polisi mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam aksi perusakan bus Persib Bandung U-18 di Rest Area KM 360 Batang. Pelaku berinisial BPA (33), warga Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat, itu dipastikan merupakan suporter Persija Jakarta.

"Dapat kami pastikan (Suporter Persija), karena kemarin saat diamankan, kami juga ketemu Korlapnya, itu sudah kami omongkan, tapi dari Korlap juga sudah berbicara, itu di luar tanggung jawabnya, karena itu sudah melakukan suatu tindak pidana," Kata Kasatreskrim Polresta Batang Kompol Bintoro Thio Pratama saat ditemui detikJateng di Mapolresta Batang, Senin Siang (12/10).

Sedianya, beberapa pelaku terekam CCTV di SPBU Rest Area KM 360. Namun pihaknya baru mengamankan satu pelaku.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dugaan sementara ada beberapa pelaku, tapi untuk kejelasan pelakunya, kami mengecek CCTV dan saksi-saksi itu baru satu yang kami amankan karena ada juga CCTV yang masih ngeblur lah atau tidak jelas," kata Thio.

ADVERTISEMENT

Pelaku BPA (33) diamankan di Gerbang Tol Cikarang Utama, setelah polisi melakukan penelusuran berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan sejumlah saksi.

"Setelah kami mendapatkan petunjuk itu, kami langsung berangkat ke Jakarta. Kami mengamankan satu orang, dalam pengamanan kami dibantu PJR Tol Cikampek," katanya.

Dari pemeriksaan awal, polisi menyebut pelaku merupakan suporter Persija yang sebelumnya menonton pertandingan sepak bola di Jogja. Dalam perjalanan menuju Jakarta, rombongan tersebut berhenti di Rest Area KM 360 Batang. Bersama dengan itu, di lokasi yang sama rombongan Persib yang juga sedang dalam perjalanan pulang setelah pertandingan di Solo.

"Ketika bertemu di rest area, mereka tahu, 'Oh, ini bus Viking', akhirnya diteriaki-teriaki dan terjadilah tindak pidana tersebut," jelasnya.

Polisi menyebut aksi tersebut dipicu fanatisme terhadap klub sepak bola. Pelaku kemudian diduga melakukan pelemparan menggunakan batu ke arah bus suporter Persib.

"Motifnya karena fanatik terhadap suporter bola," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, bus yang membawa pemain U-18 PERSIB Bandung di Rest Area 360 Batang, dirusak sekelompok orang. Sekelompok orang itu juga menganiaya salah satu official Persib. Peristiwa tersebut terjadi di Rest Area KM 360 Batang, Minggu (11/10) sekitar pukul 21.27 WIB.

"Ya terjadi perusakan dengan memecah kaca bus rombongan Bus pemain U-18 PERSIB Bandung di Rest Area 360 Batang. Ada juga Penganiayaan pada salah satu official Persib U-18," kata Kasatreskrim Polresta Batang, Kompol Bintoro Thio Pratama, saat dikonfirmasi melalui pesan singkatnya, Senin (12/10) pagi.

Dijelaskan Thio, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (11/10) sekitar pukul 21.27 WIB. Saat itu rombongan Persib U-18 yang berjumlah sekitar 30 orang baru tiba di Rest Area KM 360 Batang. Rombongan di bus BIMA TRANS, nomor polisi Z 7539 GZ dikemudikan Muhammad Ainur Ridha yang juga sebagai pelapor dalam peristiwa tersebut.

"Rombongan pemain U-18 Persib Bandung beserta official berjumlah sekitar 30 orang menggunakan satu unit bus Bima Trans meninggalkan Hotel Monolog Solo setelah selesai kegiatan kompetisi pertandingan U-18," kata Bintoro.

Setibanya di rest area, bus kemudian diparkir. Kernet bus bernama Irsad turun untuk mengambil koper yang berada di bagasi. Saat itulah, seorang pria tidak dikenal menghampiri dan menanyakan apakah bus tersebut membawa rombongan Persib.

"Selanjutnya orang tersebut memanggil teman-temannya yang lain dengan berkata, 'Bang sini ini benar rombongan Persib'," ujar Thio.

Tak lama kemudian, sejumlah orang datang mendekati bus. Mereka diduga melakukan penyerangan dengan melempar batu hingga memecahkan kaca bus bagian kiri belakang dan kanan belakang.

"Selain merusak bus, seorang official Persib U-18 bernama Pandu juga menjadi korban penganiayaan," ungkapnya.



(apl/dil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads