Polri kembali melakukan mutasi sejumlah pejabat di lingkungan Polda Jawa Tengah sebagai bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel. Salah satu pejabat yang dimutasi yakni AKBP Afrito Marbaro, S.H., S.I.K., M.H., M.Tr.Mil.
Dikutip dari laman resmi Polres Klaten, Senin (12/10/2026), AKBP Afrito Marbaro, S.H., S.I.K., M.H., M.Tr.Mil dimutasi menjadi Kapolres Salatiga menggantikan kapolres sebelumnya AKBP Jonathan David Harianthono, S.I.K., M.H.
Adanya rotasi jabatan ini diharapkan semakin memperkuat pelaksanaan tugas kepolisian, mulai dari penegakan hukum, pelayanan kepada masyarakat, hingga perlindungan terhadap kelompok rentan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP./2026 tanggal 10 Oktober 2026. Sejumlah pejabat mendapat penugasan baru, baik di lingkungan Polda Jateng maupun di satuan kerja Polri lainnya.
Baca juga: AKBP Candra Sasongko Jabat Kapolresta Solo |
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Yuliyanto, menjelaskan mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa mutasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam dinamika organisasi Polri, sebagai bagian dari pembinaan karier personel, penyegaran organisasi, serta implementasi tour of duty dan tour of area.
"Mutasi jabatan merupakan bagian dari mekanisme organisasi untuk memberikan pengalaman dan wawasan baru kepada personel, sekaligus mendorong peningkatan profesionalisme dan kinerja dalam pelaksanaan tugas. Kami mengucapkan selamat kepada para pejabat yang mendapat amanah baru, semoga dapat segera menyesuaikan diri dan melaksanakan tugas serta tanggung jawab dengan sebaik-baiknya demi kepentingan organisasi, masyarakat, bangsa, dan negara," ungkapnya melalui keterangan resmi, Minggu (11/10).
Yuliyanto menambahkan, pergantian pejabat diharapkan tidak mengurangi kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Sebaliknya, setiap pejabat diharapkan mampu memperkuat koordinasi, meningkatkan respons terhadap kebutuhan masyarakat, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
"Semangat Polisi Bersama Masyarakat harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Kehadiran Polri harus dirasakan melalui penegakan hukum yang profesional, pelayanan yang cepat, serta perlindungan yang adil bagi seluruh masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan perhatian lebih," pungkasnya.
