Kalpataru Itu Pohon Apa? Ini 3 Versinya di Dunia Nyata yang Diyakini!

Kalpataru Itu Pohon Apa? Ini 3 Versinya di Dunia Nyata yang Diyakini!

Nur Umar Akashi - detikJateng
Senin, 12 Okt 2026 11:11 WIB
Pohon Keben (Barringtona asiatica)
Keben, Salah Satu Versi Kalpataru di Dunia Nyata (Foto: Steve Fitzgerald/Wikimedia Comons/CC BY-SA 4.0)
Solo -

Pohon kalpataru bukanlah hal asing bagi masyarakat Indonesia. Pohon yang diasosiasikan dengan kehidupan ini muncul dalam berbagai sendi, mulai dari nama penghargaan, relief candi, hingga kakawin kuno.

Dikutip dari Majalah Arkeologi Kalpataru terbitan Pusat Arkeologi Nasional, kalpataru adalah kata Sansekerta. Dua kata penyusunnya adalah kalpa (ingin/harapan) dan taru (pohon).

Karenanya, tidak mengherankan jika kalpataru dikenal luas sebagai pohon pengharapan. Bentuknya yang digambarkan rimbun sedemikian rupa, adalah rumah bagi berbagai jenis satwa, turut memperkuat kesan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski sudah familier, masih ada semacam 'keraguan' di tengah masyarakat mengenai spesies asli pohon kalpataru. Pun, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tidak secara gamblang menyebut nama ilmiahnya.

"Pohon lambang kehidupan yang menggambarkan pengharapan; pohon penghidupan," tulis KBBI, dikutip pada Senin (12/10/2026).

ADVERTISEMENT

Jadi, kalpataru itu pohon apa? Seperti apa ciri fisiknya? Simak pembahasan lengkapnya yang telah detikJateng siapkan di bawah ini, yuk!

Versi 1 Kalpataru: Pohon Jati Denok di Blora

Jati Denok adalah pohon legendaris berusia ratusan tahun yang tumbuh di petak 62 B, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Temetes, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan 9BPKH) Temanjang, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung. Lokasi tepatnya adalah Desa Jatisari, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora.

Jati Denok memilki tinggi mencapai 30 meter dengan keliling batang 6,5 meter. Saking besarnya, dibutuhkan 7 rentangan tangan manusia dewasa untuk melingkupi batangnya.

Adalah Totok Supriyanto, pemerhati sejarah asal Blora, yang yakin bahwa Jati Denok adalah pohon kalpataru. Terkhusus, kalpataru yang ada dalam Kakawin Adiparwa tulisan Empu Narotama.

Naskah kuno itu mengisahkan pengembaraan Raja Airlangga sekaligus pencarian air kehidupan burung Garuda untuk membebaskan ibunya dari perbudakan. Dalam misinya, Garuda sempat menangkap gajah dan kura-kura, tetapi tak langsung menyantapnya.

Alih-alih, hewan mitologi itu dikisahkan hinggap di pohon kalpataru. Inilah yang menjadi alasan Totok meyakini Jati Denok adalah kalpataru. Pasalnya, Garuda memiliki kekuatan api dan pohon jati dikenal tahan api.

"Mpu Narotama kemungkinan besar terinspirasi dengan pohon jati, yang tidak hanya sangat kuat dan tinggi, tetapi juga tahan api. Sebagaimana diketahui, Garuda merupakan hewan mitologi yang memiliki kekuatan api, dan hanya pohon jati yang memiliki kelebihan sebagai pohon yang tahan api, dan tak akan mati walau tersambar petir," jelasnya saat ditemui di rumahnya, Jumat (29/3/2024).

Di samping itu, kebiasaan burung-burung untuk hinggap di pohon jati menjadi faktor penguat lain.

Dilansir Natural Resources Conservation Service US, nama ilmiah pohon jati adalah Tectona grandis. Dikenal sebagai teak tree dalam bahasa Inggris, jati masuk divisi Magnoliphyta, class Magnoliopsida, subclass Asteridae, order Lamiales, dan family Lamiaceae.

Lebih lanjut, diringkas dari Government College of Arts, Science & Commerce, berikut beberapa ciri pohon jati atau salah satunya diyakini sebagai kalpataru:

  • Mampu tumbuh hingga tinggi 40 meter
  • Cabang berwarna abu-abu hingga cokelat keabuan
  • Daun besar dan tipis, layaknya kertas
  • Daun berbentuk oval, panjang, dan lebar
  • Punya bunga putih yang harum dan tubuh berkelompok

Versi 2 Kalpataru: Pohon Bodhi

Berdasarkan penjelasan di laman resmi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gunungkidul, kalpataru memiliki nama ilmiah Ficus religiosa. Pohon ini lebih dikenal dengan nama bodhi.

Dalam bahasa Inggris, pohon bodhi memiliki sederet sebutan. Di antaranya adalah pipul tree, bo tree, dan sacred fig tree. Pohon ini bisa ditemukan di Asia, di negara-negara beriklim tropis.

Menurut keterangan dari National Parks Singapore, pohon bodhi mampu tumbuh sampai ketinggian 25-35 meter. Daunnya tersusun spiral dengan tekstur seperti kulit. Bentuk daun pohon bodhi bulat telur lebar hingga berbentuk hati.

Pohon bodhi yang diyakini sebagai kalpataru ini menghasilkan buah ara. Buah ini berwarna ungu kehitaman saat matang. Ujungnya cekung hingga datar. Lokasinya di 'ketiak' daun dalam kelompok 1-2 buah.

Versi 3 Kalpataru: Pohon Keben

Kalpataru yang muncul dalam pelbagai kisah mitos dan legenda dikaitkan juga dengan pohon keben yang bernama ilmiah Barringtonia asiatica. Sebabnya, seperti dijelaskan di laman Direktorat Sarana dan Prasarana Universitas Airlangga, adalah kemiripannya dengan deskripsi kalpataru.

Ciri fisik keben adalah akar tunggang dan batang keras berkayu. Batang tumbuh tegak ke atas, begitu juga cabangnya. Batang keben mampu tumbuh di rentang 10-25 meter dengan diameter mencapai 80 sentimeter.

Daun pohon yang dikenal sebagai beach barringtonia tree ini berukuran besar. Panjangnya mencapai 25-60 sentimeter dengan daging tebal dan permukaan halus. Daunnya berwarna hijau gelap.

Bukan hanya karakteristik fisik yang membuat keben diasosiasikan dengan kalpataru, tetapi juga filosofisnya. Anna Fitrianingsih dalam buku Morfologi, Taksonomi dan Filosofi Tumbuhan menjelaskan bahwa keben adalah tanaman simbol kedamaian, keagungan, dan kebersihan.

Pohon yang dapat ditemukan di lingkungan Keraton Jogja ini memiliki makna hangrungkebi jejering bebener alias merangkul kebenaran. Makna tersebut menjadi pengingat agar setiap orang senantiasa menjunjung tinggi kejujuran, keadilan, dan nilai-nilai luhur dalam menjalani kehidupan.

Pun, keben pernah mendapat predikat pohon perdamaian semasa Presiden Soeharto menjabat, membuatnya semakin lekat dengan kalpataru. Tepatnya, pada Hari Lingkungan Hidup 5 Juni 1986 silam.

Dengan demikian, kalpataru yang muncul dalam berbagai naskah kuno tidak serta-merta dapat diidentifikasi sebagai satu spesies botani tertentu. Jati, bodhi, dan keben merupakan segelintir jenis pohon yang dikaitkan dengannya.

Semoga menambah wawasan detikers, ya!



(num/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads