Pilu Murid SD Pemalang Korban Bully Alami BAB Berdarah Sebelum Tewas

Pilu Murid SD Pemalang Korban Bully Alami BAB Berdarah Sebelum Tewas

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikJateng
Jumat, 09 Okt 2026 12:15 WIB
Ilustrasi perundungan atau bullying anak
Ilustrasi murid SD di Pemalang tewas akibat dibully kakak kelas. Foto: Getty Images/MoMorad
Solo -

Aqib (7), murid kelas 2 SDN 1 Kebondalem, Pemalang, tewas diduga menjadi korban perundungan (bullying) kakak kelasnya. Pengacara keluarga korban, Huseinda Kusuma, mengungkapkan korban mengalami penderitaan hebat, dengan sempat buang air besar (BAB) berdarah.

"Ananda Aqib begitu menderita karena, berdasarkan informasi hasil autopsi sementara yang saya dapat, itu ada pembengkakan di usus. Sehingga menyebabkan cairan keluar, perutnya membesar," tuturnya saat diwawancarai di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (9/10/2026), dilansir detikNews.

"Ada cairan keluar dari mulut dan hidung, dan buang air besar berdarah," tambahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Husein melanjutkan, sebelum meninggal, Aqib sudah menunjuk nama-nama terduga pelaku. Korban juga mengaku kepada keluarganya bahwa dia mengalami penganiayaan.

ADVERTISEMENT

"Aqib meninggal dunia pada 30 September, sementara perundungannya 12 September 2026. Di rentang tersebut, Ananda Aqib sempat menunjuk tiga nama lain yang diduga terlibat dalam pemukulan," kata dia.

Husein menuturkan berbekal pengakuan korban, keluarga lantas melaporkannya kepada sekolah. Keluarga bahkan melampirkan foto-foto terduga pelaku.

"Dari pihak keluarga sudah melaporkan pada saat itu ke kepala sekolah, ditunjukkan foto-foto. Di foto itulah Ananda Aqib sebelum meninggal menunjuk tiga orang anak," katanya.

Dari sejumlah terduga pelaku, Husein mengatakan sudah dua anak yang terindikasi kuat terlibat. Keduanya kemudian ditetapkan sebagai anak yang berhadapan dengan hukum (ABH).

"Hanya dua anak yang terlibat. Dan per kemarin sudah ada penetapan dari pengadilan anak yang berhadapan dengan hukum yang nantinya akan dilakukan proses rehabilitasi," ujarnya.

Sayangkan Respons Sekolah

Dikatakan Husein, selama sekitar 9 hari dirawat usai dianiaya, Aqib disebut mengalami penderitaan. Ia menyayangkan sikap sekolah yang dinilainya lambat menangani.

"Selama 12 sampai 30 September itu, Ananda Aqib menderita terus. Dan tidak ada penyelesaian dari pihak sekolah," ungkapnya.

"Sangat disayangkan respons pihak sekolah lambat sekali," imbuh Husein.

Ia menegaskan, semestinya sekolah langsung membentuk satuan tugas menyikapi perundungan yang dialami korban. Karena itu, pihaknya juga sudah menyerahkan sejumlah laporan ke polisi.

"Ada Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman harusnya ada Satgas di sekolah. Itu baru terbentuk setelah kejadian (meninggal). Itu juga sudah kami serahkan ke pihak kepolisian," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Sat Reskrim Polres Pemalang menyebut dua anak yang merupakan kakak kelas, terlibat dalam aksi kekerasan terhadap siswa kelas 2 SD di Pemalang. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (12/9) sekitar pukul 09.00 WIB, saat jam istirahat.

Korban pun menjalani perawatan selama sembilan hari di rumah sakit hingga diperbolehkan pulang. Namun, kondisi korban semakin menurun sampai tak bisa berjalan karena mengeluhkan sakit di sekujur tubuh.

Setelah tiga hari berada di rumah, kondisi korban kembali memburuk. Pada Rabu (30/9) saat keluarga berencana membawa kembali ke rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan.

Sementara itu, Kepala SDN 01 Kebondalem, Pemalang, Erning Rustini, telah dicopot dari jabatannya. "Iya dinonaktifkan sejak kemarin (Selasa, 6 Oktober 2026)," kata Plt Bupati Pemalang, Nurkholes, saat dimintai konfirmasi melalui pesan singkat, Rabu (7/10).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti juga sudah memberi atensi terhadap kasus ini. Abdul memastikan sudah ada investigasi oleh Kemendikdasmen.

"Sudah ada investigasi oleh Irjen dan BBPMP Jawa Tengah, masalahnya juga sedang ditangani pihak berwajib," kata Abdul saat dihubungi, Jumat (9/10).



(apu/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads