Bingkisan misterius yang diduga tanah kuburan di warung milik Nunung Srimulat ditali mirip pocong. Warna tanah di dalamnya hitam, berbeda dari tanah di sekitar warung yang berada di perbatasan Boyolali-Solo itu.
"(Tanahnya) Diplastik, Mbak. Plastik kayak ditali pocong," kata adik Nunung, Nunik (54) saat ditemui detikJateng di warung SongOseng, Sawahan, Boyolali, Kamis (8/10/2026).
Nunik mengatakan tanah tersebut memiliki ciri berbeda dengan kondisi tanah di sekitar warung. Menurutnya, tanah yang ditemukan berwarna hitam pekat dan cenderung basah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tanahnya hitam. Di sini pun enggak ada tanah yang sejenis itu. Di sini kan tanahnya kering-kering, enggak yang hitam pekat basah," ujarnya.
Nunik menjelaskan menemukan benda itu dua kali. Bulan Juli, ia menemukan kiriman tanah kuburan di depan parkir dan yang kedua di depan pintu.
"Sebelum Agustus kayaknya, sekitar bulan Juni atau Juli. Itu pertama kali, lalu yang kedua bulan Agustus," ungkapnya.
Dia mengungkap benda pertama yang ditemukan berupa tanah berwarna hitam. Merasa heran, Nunik kemudian membongkar benda itu, dan meminta asistennya membuangnya ke sungai.
"Ya emang itu tanah, tanah hitam gitu. Terus saya suruh buang asisten saya ke kali, ke sungai," ujarnya.
Nunik mengakui setelah ada temuan itu warung menjadi sepi.
"Buka belum ada setahun di sini, tapi kok lama-kelamaan sepi, Terus nemu sesuatu itu. Kebetulan aku sama asistenku yang menemukan secara langsung, karena ini imbasnya jadi sepi," jelasnya.
Benda kedua tersebut dibakar kakak Nunung yang kebetulan sedang datang ke lokasi. Nunik menyebut bentuk benda itu mirip tanah hitam dan dibungkus menggunakan plastik yang diikat menyerupai tali pocong.
"Yang dibakar di depan sana," ucapnya.
Selain melenyapkan benda tersebut, pihak keluarga juga menggelar pengajian sebagai bentuk ikhtiar. Para santri disebut membaca Al-Qur'an hingga 30 juz di lokasi warung.
"Pengajian itu. Manggil santri-santri itu, santri-santri itu baca juz sampai 30 juz," katanya.
