Tiga rumah di Dusun Nglukas RT 4 RW 2, Kalimaro, Kedungjati, Grobogan hangus terbakar. Kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik dari salah satu rumah.
"Sumber api diduga berasal dari korsleting listrik di rumah korban satu, Sujirah (70)," kata Kapolsek Kedungjati, AKP Endro Suseno saat dimintai konfirmasi detikJateng, Kamis (8/10/2026).
Endro mengatakan peristiwa ini terjadi pada Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Kejadian pertama kali diketahui oleh warga di sebelah rumah korban lain bernama Dwi Muhaimin (59).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Endro, warga melihat ada api dari atap rumah Sujirah. Mereka lalu meminta pertolongan pemadaman api kepada masyarakat.
"Kemudian tiba-tiba melihat muncul api dari bagian atap rumah Sujirah, kemudian saksi satu dan saksi dua meminta bantuan kepada warga sekitar untuk memadamkan api," tutur Endro.
Endro menuturkan api semakin membesar dan merambat ke rumah Dwi serta korban tiga bernama Roudlotul Jannah (77).
"Akan tetapi api tersebut semakin membesar membakar rumah para korban. Kemudian sambil memadamkan api sebisanya dan salah satu warga menghubungi lewat telpon anggota Polsek Kedungjati, BPBD, Satpol PP Kecamatan Kedungjati dan Petugas Pemadam Kebakaran dari Kecamatan Gubug," urai Endro.
"Kemudian tak selang waktu lama anggota Polsek Kedungjati bersama BPBD dan Satpol PP Kecamatan Kedungjati datang membantu memadamkan api dengan menggunakan air dari rumah-rumah warga," imbuhnya.
Petugas pemadam kebakaran menyusul datang dan memadamkan api. Menurut Endro, tidak butuh waktu terlalu lama sampai api berhasil dijinakkan.
"Kemudian datang petugas pemadam kebakaran untuk memadamkan api. Selang waktu sekira satu jam bahwa api yang membakar rumah para korban pada akhirnya bisa dipadamkan," kata Endro.
Endro merinci rumah Sujirah dan Dwi habis terbakar akibat peristiwa kebakaran ini. Sementara rumah Jannah masih tersisa setengah.
"Kondisi rumah korban satu dan korban dua sudah dalam keadaan habis terbakar hanya menyisakan tembok yang mengelilingi bagian kamar mandi. Sedangkan rumah korban tiga masih menyisakan setengah bagian rumah yang masih kokoh berdiri," ucap Endro.
Berdasarkan keterangan saksi, kebakaran diduga karena korsleting listrik dari rumah korban satu. Lampu yang menyala dari malam hari dan cuaca panas diduga menjadi pemicu korsleting hingga terjadi kebakaran.
"Menurut kesaksian saksi satu dan dua kebakaran tersebut terjadi akibat Konsleting Listrik dari lampu yang berada di rumah milik korban satu yang sedang tidak ada di rumah karena berpergian," tutur Endro.
"Lampu tersebut tidak dimatikan saklarnya dari malam hari sampai kejadian kebakaran tersebut terjadi, kemudian karena lampu tersebut tidak bisa menahan panas karena faktor cuaca yang sangat panas pada akhirnya lampu tersebut leleh dan terjadi konsleting listrik," tambahnya.
Endro memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kerugian yang ditimbulkan mencapai ratusan juta rupiah.
"Kerugian materiil sebesar kurang lebih Rp 300 juta," tutup Endro.
