Kebakaran TPA Jatibarang Sisakan Asap Tipis, Ekskavator Ikut Urai

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Rabu, 07 Okt 2026 16:57 WIB
TPA Jatibarang masih sisakan asap tipis, Rabu (7/10/2026). Foto: Dok BPBD Semarang
Semarang -

Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Kota Semarang disebut tersisa 0,163 hektare atau kurang dari 7 persen. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan, asap yang terlihat di lokasi tinggal sedikit.

"Hari ini sudah tinggal asap-asap dikit. Keren juga itu kerja sama semua pihak itu. Senang lagi aku melihat mereka rukun ya bareng-bareng," kata Agustina di Universitas Diponegoro (Undip), Rabu (7/10/2026).

Agustina mengatakan, penanganan kebakaran kali itu dilakukan dengan sejumlah metode, atas kerjasama Dinas Lingkungan Hidup, Disperkim, dan Damkar Kota Semarang.

"Mereka itu memindahkan apa gundukan panas lalu diterima teman-teman beko (ekskavator) dari Perkim. Diturunin, diseret, disebar. Itu memadamkan dengan cepat," ujarnya.

Menurutnya, metode tersebut dinilai lebih efektif dibanding hanya menyemprot bagian permukaan. Sebab, pada awal kebakaran, api yang dipadamkan di satu titik dapat kembali muncul di titik lain.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng di Universitas Diponegoro, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Rabu (7/10/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng

"Yang di hari pertama kedua kan cuma dipadam-padamkan, pindah ke sini, sini nyala lagi. Saya itu stres ngelihatnya," katanya.

"DLH-nya kan stres, Damkarnya juga stres. Maka akhirnya mereka mau padamkan, disemprot, ngeri deh waktu itu," lanjutnya.

Agustina juga menyoroti kondisi petugas yang berjaga dan melakukan penanganan kebakaran. Menurutnya, seluruh personel yang berada di lokasi berpotensi terdampak asap dan panas, hingga terkena ISPA.

"Menurut saya semua yang berjaga di situ punya potensi (ISPA). Tidak boleh mengatakan bahwa aku sehat, heroik banget mereka," ungkapnya

"Katanya 'nggak apa-apa saya ditugaskan sampai minggu depan juga'. Saya minta berhenti dulu, ganti orang, nggak mau loh mereka, takut ditinggal menyala lagi," sambungnya.

Agustina pun mengaku sempat meminta petugas yang telah bekerja berhari-hari untuk beristirahat. Petugas juga telah disiapkan fasilitas kesehatan di lokasi.

"Sudah sekarang istirahat. Dibuatkan tenda kesehatan di situ juga, tapi nggak mau. (Itu dari dinas apa?) DLH," katanya.

TPA Bakal Ditata Ulang

Agustina mengatakan, Pemkot Semarang telah menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengantisipasi kebakaran berulang di TPA Jatibarang. Mulai dari penataan kawasan hingga menyiapkan sistem untuk mengantisipasi akumulasi gas metana.

"2027 kami akan mengundang konsultan khusus yang memahami landscape dan berbagai macam ahli, ahli lindi, ahli kimia, untuk membantu kita penataan ulang. Ini kan diawut-awut. Dulu ada zona-zona, zona ini itu, diawut-awut semua," ucapnya.

"Untuk penataan ulang dan mengantisipasi supaya ketika kebakaran terjadi, gas metana produktivitasnya tinggi, kita sudah punya perangkat yang cukup," lanjutnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto mengatakan, sejak pukul 09.00 WIB, beberapa titik api telah padam. Petugas masih melakukan pendinginan terhadap titik panas yang masih aktif dan mengeluarkan asap.

"Luas titik panas atau kebakaran yang tersisa tercatat 0,163 hektare. Upaya pemadaman dan mitigasi berhasil menekan luas area hingga 93 persen, tersisa kurang dari 7 persen," kata dia.

Ia menyebut, pendinginan dilakukan di zona 2 menggunakan pompa air atau alkon yang disambungkan langsung dengan nozzle.

"Selain itu, petugas juga melakukan pemadaman tambahan menggunakan metode pipa injeksi di enam titik," jelasnya.



Simak Video "Video: Kebakaran Tak Kunjung Padam di Putri Cempo"

(afn/alg)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork