Jasad Windianto Korban KM Virgo Tiba di Banyumas, Langsung Dimakamkan

Jasad Windianto Korban KM Virgo Tiba di Banyumas, Langsung Dimakamkan

Anang Firmansyah - detikJateng
Rabu, 07 Okt 2026 15:12 WIB
Jasad Windianto, korban Kapal Virgo tenggelam saat tiba di kediamannya di Desa Sawangan Wetan, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Rabu (7/10/2026).
Jasad Windianto, korban Kapal Virgo tenggelam saat tiba di kediamannya di Desa Sawangan Wetan, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Rabu (7/10/2026). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng
Banyumas -

Jasad Windianto (41), warga Desa Sawangan Wetan, Kecamatan Patikraja, Banyumas, korban tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, akhirnya tiba di rumah duka. Isak tangis istri, anak dan warga pecah saat jenazah pria yang akrab disapa Anto itu tiba.

Pantauan detikJateng, jasad Anto tiba di kediamannya sekitar pukul 11.46 WIB. Peti jenazah kemudian dibawa masuk ke rumah duka dan disambut keluarga yang telah menunggu sejak pagi.

Jenazah Anto sempat disemayamkan sekitar 40 menit. Sejumlah warga yang datang melayat kemudian menggelar doa bersama dan menyalatkan jenazah sebelum dimakamkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Desa Sawangan Wetan, Kuswanto, mengatakan Anto akan langsung dimakamkan setelah tiba di rumah duka. Informasi mengenai penemuan jenazah sebelumnya diterima keluarga pada 24 September 2026, namun kabar mengenai identitas korban baru disampaikan secara resmi pada 6 Oktober.

"Info-nya sih dari keluarga, tanggal 24 September. Tapi berkaitan dengan data dukungnya mungkin belum lengkap. Jadi disiarkan kemarin tanggal 6," kata Kuswanto saat ditemui di rumah duka, Rabu (7/10/2026).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, informasi tersebut diperoleh keluarga melalui komunikasi dengan petugas yang berada di lokasi. Setelah proses identifikasi dan data pendukung dinyatakan lengkap, informasi mengenai identitas Anto kemudian disampaikan.

"Berita dari sana, Polda sana ke keluarga. Informasi bahwa sudah teridentifikasi di situ kemarin. Ada keluarga yang memang punya kontak petugas di sana, jadi saling komunikasi," ujarnya.

Anto diketahui telah bertahun-tahun bekerja sebagai sopir ekspedisi. Pekerjaan tersebut membuatnya cukup sering melakukan perjalanan ke luar daerah, termasuk hingga Kalimantan dan Sulawesi.

Jasad Windianto, korban Kapal Virgo tenggelam saat tiba di kediamannya di Desa Sawangan Wetan, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Rabu (7/10/2026).Jasad Windianto, korban Kapal Virgo tenggelam saat tiba di kediamannya di Desa Sawangan Wetan, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Rabu (7/10/2026). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng

Kuswanto mengatakan Anto telah menjalani pekerjaan sebagai sopir selama sekitar 5-10 tahun. Selain membawa barang ekspedisi, Anto juga kerap mengangkut hasil pertanian dari Banyumas ketika musim panen.

"Memang sudah sering ke sana. Setahu kami sudah 5, 10 tahunan. Memang usaha, memang beliau mata pencahariannya sopir," ungkapnya.

Saat musim panen, lanjut Kuswanto, Anto juga biasa membawa berbagai hasil pertanian dari Banyumas untuk dikirim ke luar daerah.

"Kadang kalau lagi musim tanaman itu bawa alpukat, bawa durian, kelapa ke Sulawesi. Kalau ini ke Kalimantan bawa barang perabotan rumah tangga," jelasnya.

Kuswanto masih mengingat momen terakhir bertemu Anto sebelum berangkat menjalankan pekerjaannya. Saat itu, Anto hendak berangkat pada Kamis malam atau Jumat dini hari.

"Sempat ketemu juga lagi muat, bawa barang-barang perabotan. Sempat ketemu berarti sebelum berangkat itu hari Kamisnya. Ketemu, salaman," tuturnya.

Anto kemudian berangkat dari rumah sekitar pukul 00.00 WIB. Perjalanan itu menjadi perjalanan terakhirnya sebelum kapal yang ditumpanginya mengalami kecelakaan pada 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 WIB.

Kepergian Anto tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga. Di mata warga dan pemerintah desa, sosoknya dikenal sebagai pribadi yang ramah, peduli, serta aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.

Kuswanto menyebut Anto kerap terlibat dalam kegiatan desa, termasuk kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI. Ia juga dikenal sering membantu pemuda di lingkungannya untuk belajar mengemudi.

"Itu orang yang sangat baik, humble, peduli. Utamanya menjadi inspirasi pemuda-pemuda di sini. Banyak warga teman yang diajak jadi bisa nyupir," katanya.

Anto juga disebut hampir selalu berada di barisan depan ketika ada kegiatan desa.

"Apalagi di kegiatan desa dia sangat aktif. Termasuk momen 17-an pasti dia di depan. Orang yang sangat aktif, sangat baik di lingkungan," imbuh Kuswanto.

Kepergian Anto pun menjadi duka bagi seluruh warga Sawangan Wetan. Pemerintah desa bersama masyarakat bahkan rutin menggelar doa untuk mendoakan keselamatan dan kepulangan para korban.

"Makanya panjat doa rutin. Dari kami pemerintah desa juga melaksanakan panjat doa setiap hari," pungkasnya.

Simak juga Video 'Korban Tewas KM Virgo Capai 80 Orang, 55 Masih Dicari':

(afn/alg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads