Mbah Leginah, nenek asal Blora yang viral karena sering diajak bikin konten lucu oleh Refido tetangganya, meninggal dunia di usia 85 tahun. Karangan bunga dari cucu online, sebutan penggemar Mbah Leginah, pun membanjiri rumah duka.
"Mbah meninggal di rumah," kata putri Mbah Leginah, Anna, saat ditemui detikJateng di rumah duka di Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu, Blora, Minggu (4/19/2026) malam.
Pantauan detikJateng, suasana rumah duka hingga malam ini masih ramai. Sejumlah karangan bunga belasungkawa berjejer di lorong menuju rumah Mbah Leginah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karangan bunga tersebut tidak hanya berasal dari warga sekitar. Sejumlah 'cucu online' dari Hong Kong, Malaysia, hingga Taiwan juga turut mengirimkan karangan bunga.
Anna mengatakan ibunya meninggal di rumah pada Sabtu (3/10) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Dia menepis kabar yang beredar di media sosial yang menyebut ibunya meninggal di rumah sakit.
Karangan bunga dari cucu online di rumah duka Mbah Leginah, nenek viral asal Blora yang tutup usia pada Sabtu (3/10/2026) dini hari. Dipotret Minggu (4/10/2026). Foto: Achmad Niam Jamil/detikJateng |
Anna mengatakan, pada Jumat (2/10) sore, Mbah Leginah masih beraktivitas seperti biasa. Sore itu Mbah Leginah sempat mengeluhkan kondisi tubuhnya.
"Kan sore bilang sakit, pagi jam 2 (meninggal). Saya kira sakit biasa," ujar dia.
"Sebelum meninggal minta minum terus, bangun tidur minta minum, minta lagi, dikasih lagi," sambungnya.
Anna menuturkan, Mbah Leginah meninggal di dipan di dalam rumahnya. Dia membantah kabar yang menyebut ibunya meninggal di rumah sakit akibat sesak napas.
Hal senada disampaikan Refido Kriska Yutama (23), tetangga sekaligus rekan Mbah Leginah dalam membuat konten.
Fido mengatakan, Mbah Leginah masih membuat konten pada Jumat (2/10) sore. Saat itu, konten dibuat di rumah seperti biasanya.
Senada dengan Anna, Fido menyebut Mbah Leginah meninggal pada Sabtu (3/10) dini hari.
"Biar tidak ada simpang siur, yang terjadi Mbah itu meninggal di rumah ini jam 2 pagi," kata Fido.
Fido mengatakan Mbah Leginah meninggal di dipan rumahnya dan tidak mengalami sesak napas.
Jenazah Mbah Leginah telah dimakamkan. Pihak keluarga kemudian menggelar pengajian Yasinan serta tahlil di rumah duka. Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai hari pertama hingga tujuh hari setelah meninggalnya Mbah Leginah.
Lihat juga Video 'Kisah Mbah Suparman, Hidup Sebatang Kara di Tengah Makam':
(dil/dil)

