Bahlil Jadi Menko Hilirisasi & Transisi Energi, Golkar: Perkuat Sinergi

Bahlil Jadi Menko Hilirisasi & Transisi Energi, Golkar: Perkuat Sinergi

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Jumat, 02 Okt 2026 15:56 WIB
Ketua DPD Golkar Jateng Muhammad Saleh.
Foto: Dok Pribadi M Saleh
Jakarta -

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah (Jateng), M Saleh, menyambut pelantikan Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Penunjukan Bahlil yang juga masih menjadi Menteri ESDM itu disebut mampu memperkuat sinergi antara kebijakan hilirisasi dan sektor energi.

"Saya kira itu hal yang sinergis menurut saya, karena juga menyangkut hilirisasi. Ternyata kan 90 persen dari hilirisasi itu home base-nya kan di Kementerian ESDM," kata Saleh saat dihubungi detikJateng, Jumat (2/10/2026).

Saleh sendiri mengaku baru mengetahui hal tersebut Kamis (1/10). Jajaran Golkar di daerah disehut tak mengetahui lebih dulu mengenai keputusan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita baru tahu kemarin pengumuman itu, sebelumnya belum ngerti. Mungkin karena ini kebijakan Presiden. Kita nggak ngerti. Karena itu ranahnya prerogatif Presiden," ujarnya.

Ia menilai, keputusan presuden sudah sangat tepat. Posisi baru yang diduduki Bahlil disebut berperan penting dalam memperkuat sinergi dengan kementerian yang menangani perindustrian, investasi, dan sektor lainnya.

ADVERTISEMENT

"Menurut saya Kementerian Menko Hilirisasi dan Transisi Energi ini memegang peranan yang sangat penting untuk membangun sinergitas antarkementerian, baik itu perindustrian, investasi, maupun juga sektor-sektor lainnya," ucapnya.

Menurutnya, kemandirian energi telaj menjadi kebutuhan mendesak di tengah situasi geopolitik global yang penuh ketidakpastian. Indonesia disebut perlu memaksimalkan berbagai sumber energi yang dimiliki.

"Selain bicara pangan, kita juga harus mandiri secara energi. Lihat kondisi dunia seperti ini, penuh ketidakpastian," katanya.

Kandidat doktor energi di Sekolah Pascasarjana Undip itu mengatakan, diversifikasi dan bauran energi menjadi hal penting. Ia menyoroti potensi pengolahan batu bara untuk menjadi bahan bakar.

"Kalau sekarang kita bicara solar sudah bisa terpenuhi dengan B50, tentu kalau misalnya ada pengolahan bensin dari batu bara itu juga akan mempercepat ketahanan energi bensin di Indonesia," ujarnya.

Selain batu bara, Saleh menilai, Indonesia perlu memanfaatkan energi surya. Menurutnya, rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas besar sudah tepat karena dapat mendukung elektrifikasi wilayah pedesaan maupun industri.

"Jadi menggunakan potensi-potensi lokal yang memang dimiliki oleh bangsa kita sendiri. Baik itu matahari, tenaga angin, tenaga air maupun juga misalnya batu bara yang berlimpah," tuturnya.

Saleh berharap, setelah Bahlil memegang dua posisi tersebut, terdapat sinkronisasi dengan kementerian lain yang berkaitan dengan hilirisasi dan investasi.

"Sinkronisasi menurut saya menjadi penting. Karena mungkin di bawahnya nanti ada Menteri Investasi terus ada menteri-menteri lain yang terkait dengan hilirisasi dan juga transisi energi," ujarnya.

Ia menilai, sinergi itu penting untuk mengoptimalkan program hilirisasi, terutama karena sektor industri membutuhkan dukungan energi yang memadai. Menurutnya, Bahlil akan melaksanakan amanah Presiden dengan sebaik-baiknya.

"Harapan kami penugasan Presiden Prabowo untuk Pak Bahlil yang juga Ketua Umum Partai Golkar bisa terlaksana secara maksimal. Kita tidak bisa menunggu terlalu lama. Semoga programnya melesat cepat," harapnya.

(anl/ega)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads