Heboh Penampakan Lisus Api di TPA Jatibarang Semarang

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Jumat, 02 Okt 2026 13:49 WIB
Api meruncing saat kebakaran TPA Jatibarang di Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Rabu (30/9/2026). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng
Semarang -

Sebuah unggahan di media sosial menunjukkan adanya api yang menyerupai lisus saat kebakaran TPA Jatibarang di Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang menjelaskan fenomena tersebut.

"Rabu 30/09/26. Puting beliung saat terjadi kebakaran TPA Jatibarang Semarang," tulis takarir dalam unggahan Instagram @kabarungaran seperti dilihat detikJateng, Jumat (2/10/2026).

Dalam video yang diunggah, tampak api menjilat-jilat langit. Bentuknya seperti lidah yang begitu panjang.

Api tersebut meliuk-liuk di antara api lainnya. Tampak langit berwarna oranye saat kebakaran berlangsung.

Dimintai konfirmasi atas unggahan tersebut, Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono, menjelaskan api tersebut berasal dari gas metana tumpukan sampah.

"Itu dari gas metan karena terlalu lama tidak keluar jadi begitu," kata Tantri saat ditemui detikJateng di TPA Jatibarang, Jumat (2/10/2026).

Tantri tidak menampik angin begitu kencang saat pertama kali TPA Jatibarang terbakar. Api yang meliuk-liuk tersebut kemungkinan juga terpengaruh lisus sehingga begitu tinggi.

"Juga angin pengaruh karena anginnya juga kencang," bebernya.

Sejatinya, Tantri membeberkan, api bersifat menarik oksigen. Sehingga jika ada angin kencang api tampak seperti lisus.

"Tornado itu dari oksigen yang tertarik api. Karena api sifatnya mengikat oksigen," bebernya.

Terlebih adanya gas metana dan angin kencang, api semakin meruncing ke atas. Hal tersebut umum dijumpai.

"Gas metana naik ke atas ditambah oksigen. Fenomena itu umum terjadi," ungkapnya.

Pantauan detikJateng di lokasi pada Rabu (30/9) pada pukul 19.09 WIB, terlihat adanya api yang menjilat-jilat langit seperti dalam video yang diunggah akun media sosial itu. Tampak api dari bawah meninggi hingga tampak seakan menari.

Api tersebut meruncing ke atas hingga belasan meter. Sementara api lainnya tidak begitu tinggi dan menyebar ke segala penjuru arah.

Pada pukul 23.27 WIB, terdapat pula sebuah api runcing di zona bawah. Api tersebut bahkan lebih mirip lisus yang terbakar.

Bentuknya menyerupai tornado kecil. Dia membentuk pusaran api di atas sampah yang terbakar. Saat itu angin berembus begitu kencang terfokus ke api tersebut.

Diberitakan sebelumnya, TPA Jatibarang dilaporkan terbakar pada Rabu (30/9) pukul 18.00 WIB. Adapun zona yang terdampak yakni zona 1, 2, dan 3.

"Yang terdampak hampir 10 hektare. Ini upaya kami melokalisir agar tidak menyebar," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Sih Rianung, saat ditemui wartawan di lokasi, Rabu (30/9) pukul 21.40 WIB.

Rianung menyebut, kendala di lokasi yang dijumpai petugas adalah api terlalu besar. Sebab itu, pihaknya menutup sungai di dekat lokasi sebagai sumber air.

"Kendalanya apinya terlalu besar. Kami tadi juga menggunakan satu alat berat. Sungai itu akan kita bendung dan bawa pompa untuk diambil," tuturnya.

Rianung menyebut, gas metana sudah mulai berkurang. Namun, titik api di TPA Jatibarang semakin menyebar.

"Ini sudah (gas) metananya sudah mulai berkurang tapi titik api tersebar," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono, menerangkan pihaknya berupaya agar suplai air tidak terputus.

"Proses pemadaman kita yang penting tidak sampai terputus. Kita menggunakan sistem paralel sambil mengambil air dari bawah," kata Tantri.

Lihat Video 'TPA Jatibarang Terbakar Lagi, Api Merambat Hingga 10 Hektare':




(alg/ahr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork