Lima SDN di wilayah Ngaliyan terpaksa mengikuti pembelajaran secara daring imbas asap dari kebakaran TPA Jatibarang di Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Sementara SMAN 7 Semarang yang sebelumnya sempat melakukan pembelajaran daring sudah mulai masuk normal.
"(SDN 4 Ngaliyan) Pembelajaran daring njih, Mas. Laporannya tadi pagi asap masih cukup tebal," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Muhammad Ahsan, melalui pesan singkat kepada detikJateng, Jumat (2/10/2026).
SDN 4 Ngaliyan adalah sekolah yang paling dekat dengan TPA Jatibarang. Selain SDN 4, ada empat sekolah lain yang terpaksa belajar dari rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"SDN Ngaliyan 3, Ngaliyan 1, Tambakaji 4, Purwoyoso 2. Wilayah ngaliyan hampir semua terdampak, dan sudah kami minta untuk pembelajaran dilaksanakan secara daring," terangnya.
Adapun sekolah lain di Ngaliyan yang memungkinkan belajar secara normal, Ahsan mengimbau, agar siswa tetap memakai masker.
"(Jika yang terdampak tetapi masih memungkinkan masuk apakah diarahkan untuk mengenakan masker?) Betul, Mas," jawabnya.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan II Jateng, Haris Wahyudi, mengatakan SMAN 7 Semarang yang kemarin siswanya sempat dipulangkan karena terganggu asap sudah menjalani pembelajaran secara normal. Meski begitu, siswa diarahkan untuk mengenakan masker.
"Hari ini sekolah yg kemarin terdampak sudah masuk seperti biasa. Namun siswa dianjurkan memakai masker untuk tetap menjaga kesehatan," kata Haris melalui pesan singkat kepada detikJateng.
Saat ditanya apakah bakal dilakukan pembatasan jam belajar di sekolah imbas asap, Haris, mengatakan kebijakan itu tidak diambil.
"Sudah masuk seperti biasa," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Haris Wahyudi, membenarkan siswa SMAN 7 Semarang di Ngaliyan dipulangkan lebih awal dan dilanjutkan secara daring pada Kamis (1/10). Haris menyebut, kebijakan itu diambil lantaran siswa terdampak asap kebakaran TPA Jatibarang.
"Nggih betul, karena terdampak asap kebakaran TPA Jatibarang pembelajaran hari ini dilanjutkan secara daring dari jam 08.30 WIB," kata Haris melalui pesan singkat kepada detikJateng, Kamis (1/10).
Untuk esok, Haris mengatakan pihaknya masih menunggu kondisi di TPA Jatibarang. Jika dinilai aman, pembelajaran besok bisa berlangsung normal.
"Masih menunggu kondisi dan dampak asap. Jika sudah aman bisa masuk sekolah lagi," jelasnya.
Adapun Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Muhammad Ahsan, membenarkan siswa SDN 4 Ngaliyan dipulangkan lebih awal karena terdampak asap kebakaran TPA Jatibarang.
"Njih, untuk menjaga kesehatan murid dan warga sekolah maka dipulangkan lebih awal sekitar jam 9," kata Ahsan kepada detikJateng melalui pesan singkat.
Ahsan mengatakan pihaknya bakal menggelar pembelajaran secara daring jika asap masih mengganggu aktivitas di SDN 4 Ngaliyan.
"Kami terus pantau perkembangan. Jika sampai besok pagi masih terdampak asap, maka pembelajaran dilaksanakan secara daring," pungkasnya.
Hari Ketiga Kebakaran TPA Jatibarang
Pemadaman kebakaran TPA Jatibarang di Kecamatan Mijen, Kota Semarang, masuk hari ketiga. Adapun TPA Jatibarang kebakaran pada Rabu (30/9) pukul 18.00 WIB.
"Kita sudah menangani kebakaran TPA di hari ketiga ini, kebetulan kita fokuskan di zona 1 ini," kata Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Tantri Pradono, saat ditemui detikJateng di lokasi, Jumat (2/10).
Tantri membeberkan kesulitan petugas dalam memadamkan api. Dia menyebut angin membuat seorang petugas Damkar mengalami sesak napas semalam.
"Kesulitannya terkait dengan asapnya ini. Ketika nyemprot kalau pas menghadap ke asap semalam teman-teman ada yang sesak napas satu anggota kami," terangnya.
Beruntung petugas kesehatan bergerak cepat memberikan pertolongan medis. Tantri mengatakan, petugas begitu membutuhkan masker khusus.
"Ini kita butuh support masker khusus untuk menangani kebakaran. Nanti kita sampaikan ke Dinas Kesehatan apakah ada masker khusus kepada petugas kami yang melakukan penyemprotan," tuturnya.
Lebih lanjut, Tantri menerangkan, titik api masih ditemukan di zona 1 dan 2. Sedangkan di zona tiga cukup terkendali.
"Yang masih banyak apinya di zona 1 dan 2. Makanya ini harus melibatkan beberapa OPD untuk membantu kami. Target kita tujuh hari bisa padam," ujarnya.
Pantauan detikJateng di lokasi pada Jumat (2/10) pukul 11.00 WIB, tampak sejumlah unit armada dan truk tangki air masih disiagakan. Petugas pemadam terus berjibaku memadamkan api.
Asap terlihat berwarna putih dan tebal. Angin bertiup membuat asap mengarah ke selatan.
Bau hangus masih begitu terasa. Mata juga terasa perih saat mendekat ke titik asap. Sejumlah ekskavator turut dikerahkan untuk mengurangi tumpukan sampah.
