Bocah Pemalang Tewas Akibat Bullying Sempat Dirawat 9 Hari di RS

Bocah Pemalang Tewas Akibat Bullying Sempat Dirawat 9 Hari di RS

Tim detikJateng - detikJateng
Jumat, 02 Okt 2026 11:11 WIB
Suasana rumah duka Muhamad Hasbi Al-Aqib bin Nurwandi (7), bocah SD yang tewas diduga dibully kakak kelasnya, di Kebondalem, Pemalang, Kamis (1/10/2026).
Suasana rumah duka Muhamad Hasbi Al-Aqib bin Nurwandi (7), bocah SD yang tewas diduga dibully kakak kelasnya, di Kebondalem, Pemalang, Kamis (1/10/2026). Foto: Robby Bernardi/detikJateng
Solo -

Seorang bocah bernama Aqib (7), warga Kebondalem, Pemalang, meninggal setelah diduga dirundung (bullying) kakak kelasnya. Sebelum mengembuskan napas terakhir, korban sempat dirawat selama 9 hari di rumah sakit.

Ibu korban, Diah Indriyanti (36), mengungkapkan putranya itu dirawat di RSUD Dr Azhari Pemalang sejak Kamis (17/9), sebelum kemudian pulang 9 hari kemudian. Namun, korban akhirnya meninggal saat hendak kembali dibawa ke rumah sakit, Rabu (30/9) sore.

"Hari Kamis tanggal 17 kemarin, selama 9 hari dirawat di rumah sakit. Pulang dari rumah sakit 3 hari, kemudian kemarin berniat dibawa ke rumah sakit kembali, tapi seperti itu (meninggal)," kata Diah ditemui di rumah duka, Kamis (1/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diah melanjutkan, anaknya berubah dari yang awalnya ceria menjadi pendiam. Selain itu, dia hanya menceritakan secara utuh perundungan yang dialaminya kepada dokter yang memeriksanya.

ADVERTISEMENT

"Cuma saya merasa udah beda dari pola makan sama pola setiap hari. Anak itu biasanya ceria tapi berubah, pendiam," katanya.

"Dia baru bercerita itu setelah diperiksa sama dokter, baru dia cerita," tambah Diah.

Ia mengatakan, di perut dan kaki putranya terdapat luka memar.

"Memar di perut dan kaki, warna biru-biru lebam," katanya.

"Tiga hari di rumah, anak merasakan sakit-sakit, mengeluhkan perut sakit." imbuh Diah.

Ia juga menyatakan anaknya juga sulit berjalan karena kondisi kaki dan perutnya tersebut.

"Kalau diangkat juga mengeluh sakit," katanya.

Meninggal dalam Perjalanan ke RS

Setelah tiga hari dibawa pulang, Diah berujar kondisi Aqib semakin parah. Karena itu, mereka kembali membawanya ke dokter pada Rabu.

Namun, dalam perjalanan, ternyata anaknya sudah meninggal.

"Harapan kami selaku orang tua udah cukup Aqib saja. Yang lain jangan. Mungkin saya ikhlas enggak ikhlas, karena (anak) enggak sakit nggih. Jadi kan saya merasa... Kok enggak sakit, kok tiba-tiba kayak gitu," ungkap Diah.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP M Wildan Umar, berkata pihaknya sudha mendapat laporan soal dugaan bullying itu. Jenazah Aqib diautopsi di RSUD M Azhari.

"Ya, kami Sat Reskrim bersama Polsek Pemalang Kota menerima laporan dari masyarakat atau adanya informasi bahwa ada seorang anak meninggal dunia yang diduga akibat adanya tindakan kekerasan," papar Wildan.

Ia menuturkan pihaknya sudah meminta keterangan awal dari sejumlah saksi, termasuk orang tua korban.

"Dan hari ini, kami sedang melaksanakan autopsi kepada korban untuk mengetahui penyebab kematian dari korban," kata Wildan.

"Terkait jenazah nanti kami akan jelaskan, kami akan dalami dengan pihak tim forensik Biddokkes Polda Jateng. Karena saat ini terkait dengan pelaksanaan autopsi kami dibantu oleh Biddokkes Polda Jateng secara scientific crime investigation," tambahnya.



(apu/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads