Komunitas Motor-LazisMu UAD Antar 100 Tangki Air ke Pelosok Gunungkidul

Komunitas Motor-LazisMu UAD Antar 100 Tangki Air ke Pelosok Gunungkidul

Inkana Putri - detikJateng
Kamis, 01 Okt 2026 15:41 WIB
Komunitas Motor-LazisMu UAD Antar 100 Tangki Air ke Pelosok Gunungkidul
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Musim kemarau membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, menghadapi ancaman kekeringan. Berdasarkan pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul per Agustus 2026, setidaknya 12 wilayah rentan mengalami kekeringan, termasuk Gedangsari, Nglipar, dan Tanjungsari.

Di wilayah perbukitan dengan struktur batuan gamping yang porous, air tanah sulit dijangkau. Sementara itu, tampungan air hujan mulai mengering sehingga warga harus membeli air tangki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Merespons kondisi tersebut, Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah Universitas Ahmad Dahlan (LazisMu UAD) menyalurkan 100 tangki air bersih ke penampungan komunal dan tandon milik warga di pelosok Gunungkidul.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kegiatan ini turut menggandeng Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) UAD dan komunitas BikersMu D'Orange UAD. Mengusung tajuk "Touring & Sharing", rombongan bertolak dari kampus menuju Bundaran Planjan, Kapanewon Saptosari, pada Sabtu (26/9) pagi.

ADVERTISEMENT

Ketua LazisMu UAD, Sunu Prasetya Adi menjelaskan penyaluran air bersih menjadi salah satu bentuk bantuan yang paling relevan untuk merespons kebutuhan mendesak masyarakat selama periode kekeringan.

"Agar bantuan tidak salah alamat, LazisMu UAD menggandeng Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) di lima wilayah sasaran, yakni PCM Saptosari, Nglipar, Gedangsari, Ngawen, dan Tanjungsari. Struktur akar rumput inilah yang memetakan titik-titik tandon warga yang paling kritis dan belum tersentuh pasokan bantuan," kata Sunu dalam keterangannya, Kamis (1/10/2026).

Ia menambahkan, keterlibatan struktur Muhammadiyah di tingkat cabang menjadi bagian penting agar kebutuhan riil dan lokasi penerima terverifikasi langsung oleh pihak yang paling paham kondisi warganya di lapangan.

Sebelumnya, pada Oktober 2024, tim LazisMu UAD juga mengirimkan 100 tangki air dan beras ke Paliyan. Pada Agustus 2026, pasokan 100 tangki juga sukses didistribusikan ke Pringombo, Rongkop.

Setiap air yang mengalir dari selang truk tangki ke bak penampungan warga berasal dari kontribusi para pegawai dan dosen di lingkungan kampus UAD. Dana zakat, infak, dan sedekah yang dipotong secara berkala dikonversi menjadi bantuan fisik yang menyentuh urat nadi kebutuhan dasar masyarakat.

Bagi pihak kampus, menggandeng BikersMu D'Orange menjadi cara segar mendefinisikan aksi filantropi. Hobi berkendara tidak lagi berhenti pada kepuasan individu, melainkan berpadu dengan empati kolektif.

Kehadiran Rektor UAD di dalam rombongan pemotor tersebut juga menegaskan bahwa perjalanan ini bukan sekadar agenda komunitas, melainkan wujud tanggung jawab sosial sivitas akademika. Ke depannya, Tim LazisMu UAD akan terus memantau asesmen kebutuhan lapangan bersama mitra lokal.

(akd/ega)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads