Mahasiswa UAD Kembangkan Nanogel Ikan Gabus & Lidah Buaya untuk Luka Bakar

Mahasiswa UAD Kembangkan Nanogel Ikan Gabus & Lidah Buaya untuk Luka Bakar

Nada Herwando Kartika - detikJateng
Selasa, 29 Sep 2026 10:22 WIB
Nanogel dari ikan gabus dan aloe vera oleh mahasiswa UAD
Foto: dok. Universitas Ahmad Dahlan
Jakarta -

Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM RE) REGENOCA Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengembangkan inovasi nanogel berbasis bahan alam untuk mengatasi luka bakar. Formulasi sediaan farmasi modern ini memadukan potensi albumin ikan gabus (Channa striata) dan ekstrak lidah buaya (Aloe vera) untuk menstimulasi regenerasi sel dermal secara in vivo.

Penelitian berjudul 'Inovasi Nanogel Kombinasi Albumin Channa striata dengan Ekstrak Aloe vera untuk Menstimulasi Regenerasi Sel Dermal Kasus Luka Bakar Secara In Vivo' menjadi upaya tim dalam memadukan potensi sumber daya hayati Indonesia dengan teknologi sediaan farmasi. Riset yang berlangsung dari Mei hingga Agustus 2026 ini diusung oleh lima mahasiswa Fakultas Farmasi serta Fakultas Sains dan Teknologi Terapan UAD di bawah bimbingan dosen Haris Setiawan.

Ketua Tim PKM RE UAD, Yurika Shifa Tuzzahra menjelaskan kombinasi ikan gabus dan lidah buaya ditujukan untuk mengevaluasi potensinya dalam menstimulasi regenerasi sel dermal pada kasus luka bakar secara in vivo. Pendekatan ini diharapkan dapat membuka peluang pemanfaatan bahan alam dalam pengembangan inovasi untuk mendukung proses regenerasi jaringan kulit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Albumin yang terdapat pada ikan gabus dikenal memiliki peran dalam proses pembentukan dan perbaikan jaringan. Sementara itu, Aloe vera memiliki berbagai senyawa bioaktif dengan aktivitas antiinflamasi dan antioksidan serta kemampuan membantu menjaga kelembapan kulit. Potensi dari kedua bahan alam tersebut kemudian dipadukan dalam satu inovasi nanogel yang dikembangkan oleh mahasiswa UAD," kata Yurika dalam keterangan tertulis, Selasa (29/9/2026).

Yurika menambahkan, penggunaan teknologi nanogel menjadi kunci utama dalam mengemas kombinasi bahan alam ke dalam sediaan farmasi modern berukuran nano. Melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu tersebut, riset ini diharapkan mampu mengombinasikan kekayaan hayati Indonesia dengan kemajuan teknologi sediaan farmasi.

ADVERTISEMENT

Ia menerangkan teknologi nanogel dipilih sebagai pendekatan dalam formulasi karena sistem berukuran nano berpotensi membantu meningkatkan stabilitas sediaan serta mendukung penghantaran dan pelepasan bahan aktif secara lebih optimal. Dengan demikian, teknologi ini diharapkan dapat menjadi jembatan untuk mengoptimalkan pemanfaatan bahan alam dalam pengembangan sediaan farmasi modern.

"Melalui kolaborasi lintas disiplin tersebut, Tim REGENOCA berupaya menghadirkan inovasi yang tidak hanya mengangkat potensi bahan alam Indonesia, tetapi juga mengembangkannya melalui pendekatan teknologi modern. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan inovasi farmasi berbasis bahan alam yang mendukung penelitian mengenai regenerasi jaringan pada kasus luka bakar," pungkas Yurika.



(prf/ega)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads