Beredar video di media sosial soal dugaan pencemaran dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menuju Sungai Larangan, Tegallurung, Bulu, Temanggung. Pihak SPPG mengakui dan meminta maaf.
Video tersebut dibagikan di grup Facebook Berbagi Info Temanggung Selasa (29/9). Dalam video terlihat ada saluran pembuangan air dari SPPG mengalirkan air berbusa ke sungai. Alhasil, busa-busa itu menyebar di aliran sungai.
"Kemarin karena mungkin dari kelalaian juga dari kita sih. Minta maaf karena memang kita 2 minggu sekali membersihkan. Mungkin kemarin pas sibuk jadi kelalaian. Jadi, ya kelalaian kita," kata PIC Dapur SPPG Tegallurung 1 Bulu, Andi Cahya Nugraha saat dihubungi wartawan, Rabu (30/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyebut limbah itu sebenarnya ditampung dalam wadah untuk diolah ke Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL), namun limbah itu kemungkinan tumpah sebelum sempat disedot.
"Ya belum sempat menyedot (sebelum viral), akhirnya tadi malam sudah kami sedot. Sudah kami bersihkan. (Tampungan penuh) Tampungane mungkin nggih penuh. Tampungannya penuh terus mludak (mengalir ke sungai)," sambungnya.
Pihaknya menambahkan, IPAL yang ada saat ini masih memakai yang lama. Kemudian, pihaknya saat ini sudah memesan IPAL portable dari BGN.
"Terus, Insyaallah kita dalam waktu dekat ini sudah memesan IPAL yang portable itu yang terbaru dari BGN," ujar dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPR KPLH), Dwi Sukarmei, mengatakan pihaknya telah mengecek dugaan pencemaran sungai itu. Sampel air kini tengah diteliti.
"Begitu ada aduan atau saran dari masyarakat, jam 13.00, DPR KPLH bersama tim menuju ke titik lokasi. Dengan tujuan memastikan betul, apakah limbahnya itu sudah sesuai dengan baku mutu atau belum. Dilihat betul jaringan, saluran maupun yang lainnya," kata Dwi saat dihubungi.
"Kalau nanti dilihat betul, dipotret betul, apakah sudah sesuai atau belum sesuai dengan baku mutu. Itu untuk bahan kami melaporkan ke satgas, yang kepalanya adalah Kepala Bapperida," ujarnya.
