Aksi seorang kondektur Bus Trans Semarang yang diduga memaki dan mengancam penumpang berujung pemecatan. Manajemen Trans Semarang menjatuhkan sanksi pengakhiran hubungan kerja (PHK) terhadap petugas tersebut setelah insiden itu viral di media sosial.
Kepala Badan Layanan Umum (BLU) UPTD Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto, mengatakan petugas tersebut terbukti melakukan pelayanan yang tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).
"Terkait laporan pelayanan petugas Koridor 1 SGO.1 yang tidak sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur), Manajemen Trans Semarang telah menindak tegas petugas bersangkutan dengan hukuman disiplin berupa Pengakhiran Hubungan Kerja," kata Haris lewat pesan singkat, Sabtu (26/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Haris mengatakan keputusan tersebut ditetapkan berdasarkan SK Kepala BLU UPTD Trans Semarang No. 800/4223/IX/2026 tertanggal 26 September 2026. Dia juga menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut.
"Manajemen BLU UPTD Trans Semarang mohon maaf atas kejadian tersebut. (Pelaku petugas apa?) Petugas tiket armada, atau kondektur," jelasnya.
Menurut Haris, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (26/9). Manajemen Trans Semarang kemudian memanggil dan meminta klarifikasi petugas pada malam harinya, sebelum dilanjutkan dengan pemeriksaan pada hari berikutnya.
Kondektur tersebut diketahui telah bekerja selama 2 tahun di Trans Semarang. Haris juga menjelaskan mengenai ciri seragam pegawai yang sedang menjalani hukuman disiplin.
"Yang bersangkutan sudah bekerja 2 tahun. Mungkin sebagai informasi, seluruh pegawai Trans Semarang yang mengenakan pakaian Putih Hitam itu tandanya sedang menjalani hukuman disiplin. Mulai dari teguran lisan, teguran tertulis, SP1, dan SP2," jelasnya.
Viral di Media Sosial
Peristiwa itu mencuat setelah unggahan seorang penumpang viral di akun Instagram @dinaskegelapan_kotasemarang. Penumpang tersebut mengeluhkan perlakuan seorang petugas Trans Semarang terhadap adiknya.
"Mohon maaf mau melaporkan atas tindakan pengancaman yang dilakukan petugas trans semarang," tulis penumpang dalam foto yang diunggah Instagram @dinaskegelapan_kotasemarang.
Dalam unggahan itu disebutkan adiknya hendak menaiki Bus Trans Semarang sekitar pukul 13.30 WIB dari Halte Milo. Namun, setelah menunggu sekitar satu jam, bus disebut selalu melewati halte sehingga dia meminta bantuan kepada Trans Semarang pusat.
"Setelahnya ketika ada trans semarang lewat memang berhenti di halte milo namun di dalam armada adek saya di maki2 dengan kata2 anjing," tulisnya.
"Uang 50rb tidak dikembalikan di buang oleh petugas trans semarang kak dan di dalam armada adek saya di ancam untuk tidak Ig naik trans semarang lagi dan jika melaporkan ke dishub atau akun trans semarang adek saya akan di cari oleh petugasnya," lanjutnya.
Petugas bernama Ikbal Nasihin yang disebut dalam laporan tersebut kemudian menyampaikan permintaan maaf melalui video yang diunggah akun Instagram @transsemarang.
"Perkenalkan nama saya Ikbal Nasihin petugas tiket di Armada koridor 1 bus SGO 1, bahwasanya saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya," ucapnya dalam video yang telah dibolehkan dikutip detikJateng.
"Bahwasanya saya tidak ramah dalam melayani penumpang koridor 1 dan saya siap menerima sanksi dari perusahaan sesuai ketentuan yang berlaku," lanjutnya.
