1 Siswa SMAN 1 Sampang Cilacap Korban Keracunan MBG Masih Dirawat di RS

1 Siswa SMAN 1 Sampang Cilacap Korban Keracunan MBG Masih Dirawat di RS

Anang Firmansyah - detikJateng
Kamis, 24 Sep 2026 18:06 WIB
Siswa SMAN Sampang yang mengalami dugaan keracunan menu MBG dirawat di Puskesmas Sampang, Kabupaten Cilacap, Rabu (23/9/2026).
Siswa SMAN Sampang diduga keracunan menu MBG saat dirawat di Puskesmas Sampang, Cilacap, Rabu (23/9/2026).Foto: Anang Firmansyah/detikJateng
Cilacap -

Satu siswa SMA Negeri 1 Sampang, Kabupaten Cilacap, masih dirawat di RSUD Cilacap karena diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Adapun 18 siswa lainnya sudah diperbolehkan pulang dari RS karena kondisi kesehatannya mulai membaik.

"Alhamdulillah, yang di rumah sakit dari 19 siswa tinggal satu yang masih ada keluhan nyeri perut, jadi masih kita rawat dulu yang RSUD," kata Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Cilacap, Hasanuddin, saat dihubungi detikJateng, Kamis (24/9/2026).

Sementara itu, enam siswa yang sebelumnya menjalani rawat inap di Puskesmas Sampang seluruhnya juga sudah diperbolehkan pulang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau yang di Puskesmas kemarin kan ada enam. Itu berangsur, dari kemarin sudah pulang-pulang, hari ini sudah pulang semuanya," ujarnya.

Meski demikian, sejumlah siswa masih mengalami gejala sehingga kembali memeriksakan diri ke Puskesmas Sampang. Hari ini tercatat sembilan siswa datang ke puskesmas untuk menjalani pemeriksaan.

ADVERTISEMENT

"Hari ini tadi masih ada sembilan anak yang periksa di Puskesmas Sampang. Setelah diperiksa diberikan obat, kemudian yang delapan pulang, yang satu tadi masih observasi di Puskesmas," kata Hasanuddin.

Dinkes Cilacap juga melakukan pemantauan terhadap penerima MBG di sekolah lain yang mendapatkan makanan dari SPPG yang sama. Hasil pemantauan sementara tidak ditemukan adanya siswa lain yang mengalami gejala serupa.

"Yang lain selain di SMA Negeri 1 Sampang, kita kan lakukan koordinasi juga checking. Alhamdulillah sih tidak ada gejala. Jadi hanya yang di SMA Negeri 1 Sampang saja," ujar Hasanuddin.

Untuk memastikan penyebab kejadian, Dinkes Cilacap telah melakukan pemeriksaan di lokasi SPPG. Tidak hanya sampel makanan, sampel air yang digunakan dalam proses pengolahan juga turut diambil.

"Kemarin sudah kita lakukan pemeriksaan di TKP, kemudian sampel-sampel makanan juga sudah kita ambil untuk dikirim ke Labkes Provinsi Jawa Tengah di Semarang," ucap Hasanuddin.

"Termasuk (sampel) air yang digunakan, termasuk air minum, air untuk mencuci, kemudian air untuk masak, itu sudah kita kirimkan semuanya. Nanti kita lihat," sambungnya.

Hasanuddin mengatakan, hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan digunakan untuk menelusuri sumber dugaan keracunan secara lebih pasti.

Dia menambahkan, Dinkes bersama instansi terkait selama ini melakukan pengawasan terhadap SPPG, mulai dari proses perizinan hingga pemeriksaan lokasi. SPPG juga diwajibkan memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

"Kalau dari Dinkes kan sebenarnya kita sudah tetap mulai dari perizinan. Kita bersama DPMPTSP, khususnya Cilacap juga perizinan itu ada surat edaran Bupati yang cukup ketat sekali," tuturnya.

"Untuk SLHS-nya itu, kalau SPPG sebenarnya sudah punya SLHS. Namun demikian, hal ini nanti akan kita cek kemungkinan sumber keracunan ini nanti dari apa," pungkas Hasanuddin.

Diberitakan sebelumnya, ratusan siswa SMA Negeri 1 Sampang, Kabupaten Cilacap, mengalami keluhan mual, pusing dan diare usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari jumlah tersebut, 19 siswa telah dirujuk ke RSUD Cilacap untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dan 6 siswa menjalani rawat inap di Puskesmas Sampang.

"Yang mengalami keluhan itu ada siswa kelas 10 ada 108, kemudian kelas 11 ada 125, dan kelas 12 ada 128," kata Kepala Dinas Kesehatan Cilacap, Hasanuddin saat ditemui wartawan di RSUD Cilacap, Rabu (23/9).

Setelah dilakukan pemeriksaan, tidak semua siswa harus menjalani perawatan di fasilitas kesehatan. Sebagian siswa cukup mendapatkan obat di sekolah.

"Tadi di lapangan yang diberikan obat di sekolahan oleh teman-teman puskesmas itu ada 70 siswa," ujar Hasanuddin, kemarin.

Selain itu, 15 siswa menjalani rawat jalan di Puskesmas Sampang. Mereka diperiksa, diberikan pengobatan, kemudian diperbolehkan pulang.

"Enam siswa masih menjalani rawat inap di Puskesmas Sampang. Yang perlu dirujuk ke RSUD Cilacap, sampai dengan saat ini ada update 19. Kalau tadi masih ada 15 siswa, kemudian tadi ada datang lagi 19 siswa dilakukan rujukan di RSUD Cilacap," jelasnya.



(dil/alg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads