Kawasan hutan Perhutani di Desa Kaliguwo, Kecamatan Kaliworo, Kabupaten Wonosobo, terbakar sejak Selasa (22/9) lalu. Hingga hari ini api belum padam. Luas lahan yang terbakar diperkirakan lebih dari tujuh hektare.
"Pantauan tadi pagi dari Pemdes Kaliguwo kebakaran masih terlihat bahkan asap semakin pekat," kata Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Wonosobo, Sabarno, kepada detikJateng melalui pesan singkat, Kamis (24/9/2026).
"(Sudah lebih dari tujuh hektare yang terdampak?) Sepertinya sudah lebih. Ini pantauan tadi malam pukul 21.48 WIB," ujar dia sambil menunjukkan foto hutan yang menyala dilalap api pada malam hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sabarno mengatakan, kebakaran itu mulanya dilaporkan warga terjadi pada Selasa (22/9) pukul 20.00 WIB. Pada malam itu juga tim gabungan sempat berupaya memadamkan api, tetapi sempat terpaksa dihentikan lantaran kondisinya cukup membahayakan.
"Pada pukul 00.00 WIB operasi dihentikan karena kondisi cukup membahayakan tim, akibat kebakaran yang terus meluas dan pohon-pohon tumbang akibat terbakar dengan angin cukup kencang," ujar dia.
Pada Rabu (23/9), tim gabungan kembali berusaha memadamkan kebakaran. Namun, kegiatan kembali dihentikan pada pukul 14.00 WIB.
"Pada pukul 14.00 WIB kebakaran belum bisa dipadamkan dan tim telah ditarik ke Posko karena kondisi cukup membahayakan operasi karena kebakaran terus meluas. Kondisi cuaca cukup panas, angin cukup kencang, dan asap cukup pekat sehingga cukup mengganggu pernafasan, penglihatan, dan operasi," terangnya.
Hari ini, tim gabungan kembali melakukan pemadaman api. "Operasi dengan metode gepyok, semprot air, dan skat," tutur Sabarno.
Kapolsek Kaliwiro, AKP Susiyono, juga menyebut sejumlah tantangan yang dihadapi tim gabungan dalam penanganan kebakaran hutan itu.
Baca juga: 2 Gudang di Genuk Semarang Kebakaran |
"Penanganan terus kami lakukan bersama unsur terkait. Kondisi medan cukup sulit dan sumber air terbatas, ditambah angin yang cukup kencang sehingga masih terdapat bagian yang belum sepenuhnya padam," ujar Susiyono saat dihubungi.
Susiyono menambahkan, dari data sementara, tercatat ada sekitar 210 pohon yang terdampak kebakaran. Data tersebut masih dikoordinasikan dengan pihak Perhutani. Dia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini.
"Diperkirakan sekitar 210 pohon terdampak atau tumbang akibat kebakaran yang berada di wilayah Kaliwiro dan Sadang. Data tersebut masih dalam pendataan dan koordinasi bersama pihak Perhutani," pungkasnya.
