Duit Rp 491 Juta di Brankas Gudang Kosmetik Klaten Amblas Dibobol Maling

Duit Rp 491 Juta di Brankas Gudang Kosmetik Klaten Amblas Dibobol Maling

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Selasa, 22 Sep 2026 17:33 WIB
Jalan raya Somopuro, Kecamatan Jogonalan, Klaten, lokasi gudang yang dibobol, Senin (21/9/2026).
Jalan raya Somopuro, Kecamatan Jogonalan, Klaten, lokasi gudang yang dibobol, Senin (21/9/2026). Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng
Klaten -

Uang tunai yang raib dalam kasus pembobolan gudang kosmetik di tepi Jalan Somopuro-Gantiwarno, Desa Somopuro, Kecamatan Jogonalan, Klaten, ternyata mencapai Rp 491,4 juta. Sebelumnya, polisi menyebut kerugian dalam kasus ini diperkirakan mencapai Rp 100 juta.

"Ternyata total uang tunai di dalam brankas kurang lebih Rp 491.410.250. Selain itu, satu DVR CCTV ikut hilang," ungkap Kasat Reskrim Polresta Klaten Kompol Kadek Pande Apridya Wibisana saat ditelepon detikJateng, Selasa (22/9/2026).

Kadek mengatakan jajarannya masih menyelidiki kasus ini. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memintai keterangan dua orang saksi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sementara sudah dua saksi kita minta keterangan," kata Kadek.

ADVERTISEMENT

"Kami mengimbau masyarakat yang menyimpan uang dalam jumlah besar tidak di tempat tinggal atau tempat kerja yang mudah dibobol dan jauh dari pemukiman pengawasan warga," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, pencurian terjadi di gudang kosmetik Jalan Somopuro-Gantiwarno, Dukuh Platar, Desa Somopuro, Kecamatan Jogonalan, Klaten, Senin (21/9). Laporan sementara usai kejadian kerugian sekitar Rp 100 juta.

"Sudah olah TKP. Sudah dalam lidik, untuk laporan sementara (kerugian) Rp 100 juta," ujar Kasat Reskrim Polresta Klaten Kompol Kadek Pande Apridya Wibisana saat dihubungi, Senin (21/9/2026).

Pantauan detikJateng lokasi, gudang ini berada di tepi jalan raya. Di belakang gudang ada sawah padi. Sekitar 150 meter di utara gudang ini terdapat jalan aspal menuju ke Desa Titang, Kecamatan Jogonalan. Jalan itu cukup sepi.

Saat hendak dikonfirmasi, karyawan gudang tidak bersedia memberi penjelasan. Alasannya tidak ada izin dari owner.

Sementara itu warga sekitar lokasi, Bembi, menyebut pihak kepolisian terlihat mendatangi lokasi sekitar pukul 07.00 WIB. Salah satu yang disorot ialah parit di belakang gudang tersebut.

"Infonya pelakunya lewat belakang, itu di belakang kaya ada parit-parit. Polisi ke sini sekitar jam 07.00 WIB," ungkap Bembi (50) warga sekitar lokasi kepada detikJateng.

"Yang ramai orang baru sekitar jam 06.30 WIB. Ada juga INAFIS tadi," katanya.

Menurut Bembi, gudang itu ada penjaganya. Dia bilang di sepanjang jalan itu memang rawan pencurian.

"Daerah sini itu rawan. Toko saya juga pernah tiga kali, warung dekat gudang itu juga baru minggu lalu juga kecurian," sebut Bembi.

Yusuf, warga sekitar lokasi mengatakan tokonya buka 24 jam tapi tidak mengetahui ada kejadian pencurian.

"Mungkin lewat belakang, karena belakang itu sawah. Infonya uang ratusan juta," katanya kepada detikJateng.



(dil/alg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads