Seorang guru perempuan berinisial ED (29), warga Sambak, Kajoran, Kabupaten Magelang, menjadi korban dugaan penganiayaan yang dilakukan orang tak dikenal (OTK) dini hari tadi. Terduga pelaku langsung kabur setelah menganiaya korban.
"Jadi jam 00.30 WIB ada orang gedor-gedor pintu. Tapi, itu sudah di depan pintu kamar, pas adik membuka dia (pelaku) langsung menyerang, mukul kepala pakai alat," kata kakak korban, Nastiti (31), saat dihubungi wartawan, Senin (21/9/2026).
Nastiti berujar, adiknya tidak mengetahui alat yang digunakan untuk memukulnya. Karena dipukul itulah, korban pingsan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang diingat pelaku laki-laki, rambutnya botak," tuturnya.
Saat kejadian, kata Nastiti, adiknya tinggal bersama ayahnya yang sakit stroke.
"Jadi nggak bisa apa-apa (bapak). Tapi, bapak nggak diserang," ujar dia.
Nastiti melanjutkan, karena dipukul dan sempat pingsan, adiknya mendapat dua jahitan di kepala.
"Sama tangannya lebam untuk melindungi diri ada retak hasil rontgen. Setelah dipukul adik pingsan, terus sadar pelaku sudah tidak ada, tapi belum ada yang menolong," ujar Nastiti.
"Terus adik ke kamar bapak lihat nggak kenapa-napa. Adik muntah darah, sama darah mengalir dari kepala terus baru jam 01.15 WIB atau 02.15 WIB ada yang ketuk-ketuk dari pemuda," imbuhnya.
Setelah pemuda tersebut datang, kata Nastiti, adiknya dibawa menuju RSUD Tidar Kota Magelang. Pihaknya tidak mengetahui siapa yang melaporkan.
"Di RSUD Tidar Magelang. Saya kurang paham, tapi saya ditelepon sama Polresta barang bukti handphone sudah dibawa ke sana," bebernya.
"Adik sehari-hari ngajar. Belum (berkeluarga). Ditanya juga nggak punya musuh, karena habis ngajar ya pulang," kata dia.
Dihubungi terpisah, PS Kasi Humas Polresta Magelang, Ipda Ady Lilik Purbianto membenarkan adanya kejadian tersebut.
"Kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Kami sudah melakukan olah TKP dan memintai keterangan saksi," pungkasnya.
