Perkelahian satu lawan satu di saluran irigasi Dusun Beni, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wirosari, Grobogan tengah ditangani oleh polisi. Orang tua korban bernama Sus Santi (35) mengungkap anaknya sempat babak belur hingga tak masuk sekolah usai peristiwa tersebut.
"3 apa 4 hari (enggak sekolah). Saat ini sudah sekolah. Tapi dulu ini kepalanya pada mrempul sama sininya (kantung mata) lebam-lebam, iya (mimisan). Katanya kepalanya juga sakit," kata Santi dengan suara bergetar saat ditemui wartawan di rumahnya, Dusun Beni, Tanjungrejo, Sabtu (19/9/2026).
Santi menyebut anaknya tak mendapat luka fatal akibat kejadian itu. Saat ini anaknya dirawat di rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Enggak (dirawat di rumah sakit). Iya (dirawat di rumah), iya periksa. Iya katanya nggak ada yang gimana katanya, tapi hasilnya nggak bisa diambil. Enggak bisa (ambil hasil visumnya), yang bisa Polres, iya Polsek Wirosari. (Di Rumah Sakit) Ki Ageng Selo," tutur Santi.
Santi mulanya mendapati anaknya lemas sepulang dirinya bekerja pada Kamis (10/9/2026). Sebelum mengetahui anaknya habis berkelahi, dia sempat mengira putranya sakit.
"Saya pulang kerja kok anak saya lemas, saya kira sakit. Lah saya tanya 'mpun maem le? Dereng. 'Lah ndang maem? Emoh', ngoten (kok nggak makan? nggakmau katanya). Lah kula nggih mboten ngertos nak dijotosi. Lah kula siram terus tilem (saya nggak tahu kalau dipukuli)," ujar Santi menirukan percakapannya dengan sang anak waktu itu.
"Jam 22.30 WIB ada video masuk. Ternyata anak saya dipukulin. Terus saya shock, saya kaget. Lemes ndredeg," sambungnya.
Santi kemudian melaporkan peristiwa ini kepada polisi pada Jumat (11/9/2026). Menurut dia, sejumlah saksi telah dipanggil kepolisian untuk memberikan keterangan terkait peristiwa ini.
"(Dilaporkan ke polisi) hari Jumat. Responnya saksi-saksi sudah dipanggil," terang Santi.
Santi berharap pelaku mendapatkan balasan yang adil atas perbuatannya. Ia merasa tidak terima anaknya diperlakukan sedemikian rupa oleh pelaku.
"Harapannya semoga pelaku mendapatkan balasannya yang setimpal pokoknya. Saya enggak terima anak saya digituin," ucap Santi sambil terisak dan berurai air mata.
Diberitakan sebelumnya, Video yang merekam aksi duel dua bocah lelaki hingga salah satunya terkapar di Kecamatan Wirosari, Grobogan, beredar di media sosial. Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Wirosari. Polres Grobogan juga turun tangan untuk mengusut kasus ini.
"Laporan diterima di Polsek Wirosari. Sedang dalam penanganan Unit Reskrim dan PPA Polres. (Laporan) Tanggal 11 (September)," kata Kasat Reskrim Polres Grobogan, AKP Taufik Frida Mustofa saat dihubungi detikJateng melalui pesan WhatsApp, Sabtu (19/9/2026).
Dalam video yang diunggah akun Instagram @seputargrobogan.id terlihat dua bocah itu duel di saluran irigasi. Sesaat kemudian, si bocah yang berkaus merah jatuh terkapar.
Meski demikian, lawannya yang berkaus putih masih terus menghajar. Sementara itu sejumlah bocah lain yang awalnya cuma menyaksikan kemudian memisah keduanya.
"Pihak keluarga korban telah resmi melaporkan kasus keke3r4san anak ini kepada pihak kepolisian setempat agar segera mendapatkan penanganan hukum," tulis keterangan dalam unggahan akun@seputargrobogan.id, dilihat detikJateng pada Sabtu (19/9).
Kasat Reskrim Polres Grobogan, AKP Taufik Frida Mustofa membenarkan peristiwa itu terjadi di saluran irigasi Dusun Beni, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wirosari, Grobogan, pada Kamis (10/9) sekitar pukul 17.00 WIB.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @seputargrobogan.id terlihat dua bocah itu duel di saluran irigasi. Sesaat kemudian, si bocah yang berkaus merah jatuh terkapar.
Meski demikian, lawannya yang berkaus putih masih terus menghajar. Sementara itu sejumlah bocah lain yang awalnya cuma menyaksikan kemudian memisah keduanya.
"Pihak keluarga korban telah resmi melaporkan kasus keke3r4san anak ini kepada pihak kepolisian setempat agar segera mendapatkan penanganan hukum," tulis keterangan dalam unggahan akun@seputargrobogan.id, dilihat detikJateng pada Sabtu (19/9).
Kasat Reskrim Polres Grobogan, AKP Taufik Frida Mustofa membenarkan peristiwa itu terjadi di saluran irigasi Dusun Beni, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wirosari, Grobogan, pada Kamis (10/9) sekitar pukul 17.00 WIB.
"lya (benar peristiwanya terjadi di lokasi dan waktu tersebut di atas)," kata Taufik melalui pesan WhatsApp kepada detikJateng, Sabtu (19/9/2026).
Peristiwa itu telah dilaporkan kepada Polsek Wirosari pada Jumat (11/9). Menurut Taufik, penanganannya juga dilakukan oleh Polres Grobogan.
Taufik mengatakan perkelahian itu dipicu oleh kesalahpahaman. la menyebut pihak yang terlibat masih berusia belasan tahun.
"Kesalahpahaman saat bermain, kemudian saling ejek. Masih pelajar, umurnya belasan," tutur Taufik.
Taufik menyebut korban mengalami luka lecet. Saat dimintai keterangan oleh polisi, kondisi korban sudah sehat.
"Hasil keterangan awal, hanya luka ringan, lecet-lecet. Pada saat di ambil keterangan korban dalam keadaan sehat dan baik," ungkap Taufik.
