Rumah dan 3 Motor di Grobogan Ludes Terbakar gegara Ditinggal Saat Masak

Rumah dan 3 Motor di Grobogan Ludes Terbakar gegara Ditinggal Saat Masak

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Sabtu, 19 Sep 2026 15:41 WIB
Rumah di Grobogan ludes terbakar, Sabtu (19/9/2026).
Rumah di Grobogan ludes terbakar, Sabtu (19/9/2026). Foto: Dok Polres Grobogan
Grobogan -

Sebuah rumah di Dusun Sambirejo RT 4 RW 4, Putatnganten, Karangrayung, Kabupaten Grobogan, terbakar. Pasangan suami istri pemilik rumah terluka saat berupaya memadamkan api.

"Yang ikut terbakar yaitu 4 sepeda motor, 3 habis terbakar dan 1 hanya terbakar cover lampu dan jok, satu sepeda angin, gabah atau padi, perabotan rumah, dan surat-surat penting milik korban. Kerugian materiil sebesar kurang lebih Rp 150 juta," kata Kapolsek Karangrayung, AKP Sunarto saat dihubungi detikJateng, Sabtu (19/9/2026).

"Dua korban, suami dan istri pemilik rumah, terluka saat berupaya memadamkan kebakaran dan menyelamatkan harta bendanya," sambungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sunarto mengatakan peristiwa ini terjadi pagi tadi. Kejadian bermula saat sang istri memasak dan meninggalkan dapur rumah untuk jualan di tokonya, sementara sang suami ada di rumah tetangga.

ADVERTISEMENT

"Korban Istiqomah sedang memasak di dapur dan api kompor masih menyala, kemudian ditinggal ke depan menuju ke tokonya untuk melayani pembeli," ujar Sunarto.

"Pada waktu itu juga Darso, suami Istiqomah, sedang berada di tempat tetangganya sebelah rumahnya membantu memasang tratak untuk hajatan," imbuhnya.

Tak lama kemudian, Sunarto menyebut korban yang tengah berjualan melihat asap dari dalam rumah. Dia lalu lekas berlari pulang dan mendapati adanya kebakaran.

"Selang beberapa waktu di saat Istiqomah melayani pembeli, melihat kepulan asap di dalam rumahnya. Selanjutnya Istiqomah lari menuju rumahnya dan melihat kompor yang tadi untuk memasak sudah berkobar apinya," ungkap Sunarto.

Sunarto mengungkapkan api kemudian membesar dan Istiqomah berupaya memadamkannya dengan air. Namun, api justru menyambar tubuh korban.

"Melihat api semakin membesar, Istiqomah mengambil ember yang berisi air dengan maksud untuk memadamkan api. Namun bukannya mati, malah api membesar dan membakar di dinding rumah yang terbuat dari papan kayu," ucap Sunarto.

"Serta api menyambar kedua lengan dan muka Istiqomah. Karena tersambar api tersebut korban berteriak minta tolong dan saat itu saksi yang melihat kejadian tersebut juga berteriak minta tolong ke pada warga sekitar," imbuhnya.

Warga kemudian bergotong royong berupaya memadamkan api. Darso yang mendapati rumahnya terbakar juga merangsek masuk untuk menyelamatkan harta bendanya.

"Darso yang melihat kejadian rumahnya terbakar berusaha masuk untuk menyelamatkan barang-barang berharga, namun Darso juga ikut tersambar api di lengan tangannya," kata Sunarto.

Sunarto menyampaikan api kemudian melahap habis rumah tersebut. Pasangan suami istri itu juga dilarikan ke rumah sakit untuk dirawat.

"Api sudah tidak bisa dikendalikan dan membakar seluruh rumah dan isinya, selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Karangrayung. Untuk kedua Korban langsung dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Gubuk untuk mendapatkan perawatan," urai Sunarto.

Dari hasil pemeriksaan TKP oleh polisi, rumah yang terbakar berukuran 12 meter persegi, terbuat dari kayu, dan atap dari genting. Sunarto menyebut kebakaran dipicu oleh kompor gas yang lupa dimatikan.

"Dari hasil pemeriksaan di lokasi kejadian, sumber api diduga berasal dari kompor gas yang ditinggalkan dalam kondisi menyala saat korban sedang memasak," terang Sunarto.

Empat unit sepeda motor, barang-barang di dalam rumah, hingga surat-surat penting turut terbakar dalam peristiwa ini. Sunarto menyampaikan korban mengalami kerugian hingga ratusan juta.



(afn/dil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads