Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang menggelar panen raya padi varietas Biosalin di lahan pesisir yang terdampak abrasi dan intrusi air laut. Panen tersebut hasil dari kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman perubahan iklim sekaligus mendorong pemanfaatan lahan terdegradasi menjadi lahan produktif.
Adapun panen raya ini dilakukan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Pertanian (Kementan), serta PT Perusahaan Gas Negara (PGN).
Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, melaporkan dari penanaman seluas 25 hektar tiga bulan lalu di kawasan pesisir yang dulunya mangkrak akibat luapan air asin, panen padi Biosalin ini berhasil mencatatkan produktivitas tinggi hingga 6-7 ton per hektar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami optimis target perluasan hingga 400 hektar dapat terealisasi ke depan. Sektor pertanian dan perikanan menyumbang hampir 20 persen terhadap perekonomian Kabupaten Batang, yang pada triwulan II tahun 2026 ini berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8,29 persen (year-on-year)," ungkap Faiz dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/9/2026).
Sementara itu, Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq menegaskan pentingnya keterpaduan langkah adaptasi dan mitigasi di kawasan pesisir.
Menurutnya, pengembangan teknologi seperti padi varietas Biosalin dan pengolahan limbah plastik menjadi bahan bakar (Petasol) oleh BRIN bersama PGN harus benar-benar menyasar komunitas yang tepat agar memberi manfaat nyata dan berkelanjutan.
"Jika masalah lingkungan sudah di depan mata, tidak ada lagi tawar-menawar. Inovasi seperti ini adalah solusi konkret untuk mengurangi sampah plastik laut sekaligus menjawab kebutuhan BBM non-subsidi untuk alat berat operasional," ujar Hanif.
Ia juga menyoroti pentingnya peran riset BRIN dalam mengawal proyek strategis nasional seperti ketahanan pangan dan pengembangan food estate.
Dalam kesempatan tersebut, Anggota Dewan Pengarah BRIN, Tri Mumpuni Wiyanto menekankan riset-riset yang dilakukan oleh BRIN tidak boleh hanya berhenti di laboratorium, tetapi harus diimbangi rasa empati tinggi agar dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat luas.
Kehadiran jajaran kementerian dan lembaga pusat di Batang ini disambut hangat oleh Faiz Kurniawan dan para petani setempat. Mereka menilai kolaborasi ini sebagai bentuk kehadiran nyata negara untuk memberi semangat baru bagi para petani sebagai garda terdepan swasembada pangan nasional.
(anl/ega)
