Seorang dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang sempat viral di media sosial lantaran melecehkan mahasiswinya dengan mengirim chat mesum. Kini, si oknum dosen itu dicopot.
Awal Kasus
Kasus ini pertama kali mencuat pada Mei lalu lewat unggahan akun Instagram @pesan_uinws. Akun itu mengunggah aduan dari mahasiswa yang mengeluhkan adanya dosen yang meresahkan mahasiswi.
"Ki bapak bergitar kok suwi suwi meresahkan to, tulung ditindaklanjut bolo. Sudah banyak korban yang speak up melalui dm mimin," tulis akun @pesan_uinws, dilihat detikJateng, Kamis (7/5).
Dalam unggahan itu diperlihatkan pesan teks pelaku yang diduga dosen itu kepada para mahasiswi. Dalam chat melalui WhatsApp, dosen itu meminta mahasiswi memberikan foto vulgar dan melontarkan pertanyaan yang tidak senonoh.
"Pak, Bpknya tolong berhenti "memplorotkan" masa depan bunga2 suci di taman F***. Tolonglah bpk jangan merusak mahasiswi baik2, tolonglah bpk jangan mengajari mereka hal2 jelek," tulis seorang mahasiswa anonim yang pesannya dimuat di unggahan itu.
"Pukul 03.00 dini hari waktunya bpk tidur bukan waktu bpk meminta foto sexy "memplorotkan" kesucian hati anak2 kemarin sore yang takut tatkala menolak permintaan anda," lanjutnya.
Korban Diduga Lebih dari 2 Orang
Wakil Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Walisongo, Yusuf Aditya Pratama, mengatakan pihaknya masih melakukan koordinasi dan pengumpulan data terkait dugaan kasus tersebut.
"Secara jelas kita memang belum melakukan rilis kronologinya seperti apa, karena memang kita masih membutuhkan banyak koordinasi," kata Yusuf saat dihubungi detikJateng.
Yusuf menyebut, hingga kini ia belum mendapatkan data pasti jumlah korban. Namun, ia memastikan korban lebih dari satu orang.
"Dari beberapa informasi yang terkait bisa dipastikan lebih daripada satu. (Lebih dari dua?) Iya sepertinya lebih dari dua," ujarnya.
Kampus Disebut Sudah Klarifikasi ke Terduga Pelaku
Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHUM) UIN Walisongo Semarang, Nur Yusril Muhammad Isnain, mengungkap si dosen dipanggil fakultas untuk dimintai klarifikasi pada Rabu (6/5).
"Yang bersangkutan telah mengonfirmasi di hadapan dekan bahwa ciri-ciri dan informasi yang beredar melalui akun Instagram tersebut benar merujuk kepada dirinya," ujar Yusril saat dimintai konfirmasi, Jumat (8/5).
Pada Rabu 20 Mei 2026, pihak mahasiswa melalui Kelompok Studi Mahasiswa Walisongo (KSMW) UIN Walisongo menyoroti kelanjutan penanganan dugaan pelecehan seksual tersebut. Mahasiswa menyampaikan tiga tuntutan.
Sekjen KSMW, Zaenal, menuturkan mereka melayangkan tiga tuntutan untuk mendesak kampus segera menindaklanjuti kasus dugaan pelecehan seksual tersebut.
"Tuntutannya satu pemecatan tidak dengan hormat (PTDH). Tidak ada ruang kompromi, skorsing, atau mutasi untuk predator yang cacat nalar. Buang benalu ini dari kampus sekarang juga," tuntutnya.
Kedua, mahasiswa juga meminta kasus tersebut dibawa ke ranah pidana dan tidak berhenti pada proses etik internal kampus.
(apu/apu)