Murid SD di Tambakromo Pati Muntah-muntah Usai Minum Susu MBG

Murid SD di Tambakromo Pati Muntah-muntah Usai Minum Susu MBG

Dian Utoro Aji - detikJateng
Kamis, 17 Sep 2026 16:34 WIB
Ilustrasi ambulans di jalan raya
Ilustrasi keracunan susu MBG. (Foto: Getty Images/ananaline)
Pati -

Sejumlah siswa di Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi minuman susu dari Makanan Bergizi Gratis (MBG). Kejadian ini pun viral di media sosial.

"Siswa diduga keracunan usai konsumsi susu MBG, ini di Kecamatan Tambakromo, Pati," tulis akun Instagram @patinews seperti dilihat detikJateng, Kamis (17/9/2026).

Pada unggahan ini, terlihat seorang perempuan menggunting bagian atas susu MBG berwarna biru. Warga itu pun kaget, karena susu itu berwarna kuning.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kuning," kata perempuan yang menggunting kotak susu itu sembari memperlihatkan isinya.

ADVERTISEMENT

"Basi iki. Iki lho, basi (Basi ini. Ini lho, basi)," kata wanita kedua terdengar dalam video. Warga lain menimpali dengan mengatakan murid-murid muntah-muntah setelah meminumnya.

"Susu MBG malah keracunan, ya Allah, susunya seperti ini, sudah basi, baunya seperti ini, ya Allah. Wis nggak ada MBG lah," demikian suara dalam video tersebut.

Berdasarkan penelusuran detikJateng, kejadian dugaan keracunan usai menyantap MBG itu menimpa para siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Maitan 01 Kecamatan Tambakromo.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Salis Diah Rahmawati, membenarkan adanya kejadian siswa mengeluh mual dan muntah. Tim dinas kata dia baru melakukan penyelidikan.

"Kami baru melakukan penyelidikan," kata Salis saat dimintai konfirmasi.

Salah satu petugas kesehatan yang identitasnya tidak ingin diungkap mengatakan, ada 10 siswa yang mengalami pusing setelah minum susu. Lalu ada tujuh siswa yang muntah.

"Saat ini kondisinya sudah bagus semua," ungkapnya saat dihubungi sore ini.

Petugas itu menjelaskan, tim dari Dinas Kesehatan Pati melaksanakan pengecekan epidemiologi untuk mengetahui penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.

"Penyebab pastinya kita baru selidiki," ujarnya.



(apu/ams)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads