Kemenkes Akan Revitalisasi 441 RSUD, Jateng Diminta Ajukan Usulan

Kemenkes Akan Revitalisasi 441 RSUD, Jateng Diminta Ajukan Usulan

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Rabu, 16 Sep 2026 14:57 WIB
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Benjamin Paulus Octavianus di RSUP Dr Kariadi, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Rabu (16/9/2026).
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Benjamin Paulus Octavianus di RSUP Dr Kariadi, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Rabu (16/9/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Semarang -

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Benjamin Paulus Octavianus mengungkap, pemerintah pusat menyiapkan anggaran Rp 120 triliun untuk revitalisasi 441 rumah sakit. Ia pun meminta Pemprov Jawa Tengah (Jateng) mendata rumah sakit umum daerah (RSUD) yang paling buruk.

"Saya sudah bilang ke Pak Zul, 'dokter Zul, tolong nanti RSUD di Jawa Tengah yang jelek, yang paling jelek dulu yang diperbaiki.' Karena ada yang 2027, ada yang 2028, ada yang 2029. Tolong dipilih," kata Benjamin di RSUP Dr Kariadi, Rabu (16/9/2026).

Ia menyampaikan, pemerintah telah menargetkan pembenahan fasilitas kesehatan secara nasional. Ada sekitar 441 rumah sakit yang akan direvitalisasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Presiden ingin merevitalisasi 441 RSUD se-Indonesia. Jadi akan dirapikan semua. Kita bersyukur Pak Menteri Kesehatan kita luar biasa, seorang ahli ekonomi. Diperkirakan oleh Pak Menkes, Rp 120 triliun itu akan diselesaikan dalam waktu 3 tahun," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Selain RSUD, lanjutnya, pemerintah juga merencanakan pembangunan hampir 2.000 Puskesmas baru. Hal itu disebut bertujuan agar masyarakat di daerah juga mendapat layanan kesehatan dengan fasilitas yang layak.

"Presiden ingin memperbaiki semua Puskesmas, semua rumah sakit, semuanya ingin diperbaiki di masa pemerintahan ini. Karena apa? Kita masih ada akan membangun sekitar hampir 2.000 puskesmas baru," ungkapnya.

Ia juga mengungkap, masih ada puluhan kabupaten di Indonesia yang belum memiliki rumah sakit. Sebagian pembangunan rumah sakit di daerah terpencil pun sudah mulai selesai.

"Di daerah Toraja, Lampung, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, rumah sakitnya sudah bagus, fasilitasnya bagus, lengkap," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Jateng, Zulfachmi mengatakan pihaknya telah memetakan kondisi fasilitas kesehatan di Jateng, untuk menentukan fasilitas mama yang membutuhkan perbaikan lebih dahulu.

"Sudah ada sebenarnya petanya. Kita sudah petakan di mana tempat yang lebih jelek dulu. Jadi, ada 883 Puskesmas, ada 374 rumah sakit. Itu kita sudah proses evaluasi. Mana yang paling jelek?," ujarnya.

Zulfachmi mengatakan, hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar penentuan prioritas perbaikan fasilitas kesehatan secara bertahap. Perbaikan direncanakan berlangsung pada 2026 hingga 2029.

"Nanti kan bertahap 2026, 2027, 2028, 2029. Sudah kita petakan. (Daerah yang paling banyak RS jeleknya?) Nanti kami beritahu," katanya.



(apl/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads