Kebakaran hutan di kawasan Perhutani di beberapa desa wilayah Kecamatan Bayat, Klaten, sejak Sabtu pekan lalu akhirnya berhasil dipadamkan. Total luas area yang terbakar mencapai puluhan hektare.
"Terakhir ini tadi di Krikilan dan Banyuripan sudah padam, tapi ada yang di luar kawasan, rumpun bambu. Untuk yang Desa Jotangan tadi malam dan Konang serta Gunung Gajah sudah kemarin," kata Kepala Resort Pemangku Hutan Cawas, Heri Setya Utama saat dihubungi detikJateng lewat telepon, Selasa (15/9/2026).
"Untuk tanaman pokoknya aman karena usianya sudah remaja sekitar empat tahun," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Heri mengatakan, mayoritas jenis tanaman di kawasan itu ialah pohon jati, eucalyptus, dan sonokeling. Kebakaran itu melalap serasah atau ranting dan daun yang berserak di hutan.
"Kalau yang terbakar sereseh, pohon aman, dan biasanya subur lagi saat musim hujan tiba. Untuk luasan belum kita data yang terakhir," ujar Heri.
Menurut Heri, api sudah tidak terlihat sekitar pukul 14.00 WIB tadi. Ia mengimbau masyarakat agar tidak membakar serasah di sekitar hutan.
Sementara itu Kepala Desa Jotangan, Sumarno, menyatakan kebakaran di lahan Perhutani di wilayahnya tidak sampai berdampak ke permukiman.
"Terakhir (kebakaran) itu tadi malam, untuk hari ini sepertinya sudah tidak ada," kata dia saat dihubungi.
Terpisah, Supervisor Pusdalops BPBD Kabupaten Klaten, Indiarto menyatakan kebakaran lahan di wilayah Desa Kebon dan Gunung Gajah sudah padam pada Senin (14/9).
"Semalam di Jotangan, tapi infonya hari ini sudah padam. Sampai hari ini tidak ada korban luka atau jiwa," kata dia kepada detikJateng.
Data yang diterima detikJateng dari BPBD Klaten, luas lahan terbakar di Desa Gunung Gajah sekitar tujuh hektare, di Desa Kebon sekitar 17 hektare, Desa Jotangan ada sekitar 3,6 hektare. Pemadaman dilakukan oleh petugas Perhutani, TRC BPBD, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat.
Sebelumnya diberitakan, kawasan hutan di sekitar Bukit Pertapan Desa Kebon, Kecamatan Bayat, Klaten, terbakar pada Sabtu (12/9) malam.. Api terlihat dari beberapa wilayah di sisi selatan.
