Aksi teatrikal Tim Simbang Gang Satu atau (Sim One) dalam Simbang Kulon Night Carnaval (SKNC) 2026 disebut-sebut mirip ritual satanik dengan persembahan kepala kambing. Pihak peserta pun membantah kepala kambing itu berkaitan dengan ritual.
"Kambing disembelih di sana (SKNC) sesuai syariat, dan itu dilakukan oleh orang yang berkemampuan menyembelih kambing sesuai syariat," kata M Akhid, perwakilan Tim Sim One, usai menghadiri pemanggilan dari Sekda Kabupaten Pekalongan di Pemkab Pekalongan, Senin (14/9/2026).
Saat ditanya detikJateng soal kepala kambing yang diperlihatkan terpotong dan diambil di peti mati, ia menyebut, kepala kambing itu dibeli dari pasar kemudian disembunyikan di peti. Usai penyembelihan kambing di acara karnaval, kemudian dikeluarkan kepala kambing yang sudah disiapkan sebelumnya dari kotak peti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kepala kambing itu sebenarnya sudah ada di dalam peti. Jadi di dalam peti itu ada kepala kambing yang dibeli paginya (Kamis pagi), emang dipersiapkan untuk dipertunjukkan. Sedangkan kambing yang disembelih itu kambing disembelih sesuai syariat, kepalanya tidak sampai terpotong sepenuhnya," ungkapnya.
Menurut Akhid, tujuan penyembelihan kambing tersebut bukan untuk sebuah ritual sebagaimana yang digambarkan di sejumlah sosial media.
"(Potong kambing) Itu tujuannya penyembelihan kambing itu untuk acara ramah tamah (warga) setelah acara. Setelah acara, berarti itu kambing akan dimasak untuk ramah tamah teman-teman yang ikut pawai dari Sim One itu sendiri," ungkapnya.
"Kalau itu (penyembelihan), emang spontanitas aja. Teman-teman, ayo kita sembelih kambing untuk mayoran, tapi kita sembelih di acara untuk ekspresi kita sendiri," tambahnya.
Namun, diakuinya saat aksi teaterikal tersebut memang tidak disertai narasi. Hanya gerak koreografi yang telah dilatih selama satu pekan penuh, sebagai upaya untuk mensukseskan dan menghibur warga.
"Enggak ada narasi sama sekali. Enggak ada narasi sama sekali. Cuma teatrikal aja. Enggak ada narasi ajakan atau apapun tidak ada sama sekali," kata Akhid.
Kambing yag telah disembelih, kata Akhid, dimasak sate dan gulai oleh timnya.
"Disate. Gulai. itu buat makan-makan semua, makan bersama," katanya.
Akhid juga menyampaikan permintaan maaf karena pertunjukan yang mereka bawakan membuat heboh. Dia mengaku khilaf karena tidak memahami apa yang mereka tampilkan.
"Saya perwakilan dari tim Sim One meminta maaf yang sebesar-besarnya apabila apa yang kami lakukan, apa yang kami tampilkan di Simbang Kulon Night Carnival HUT ke-6 menyinggung berbagai pihak. Kami meminta maaf yang sebesar-besarnya. Kami khilaf, kami menyesal. Kami minta maaf atas ketidaktahuan kami mengenai apa yang telah kami tampilkan," jelas Akhid.
"Kita hanya mengekspresikan diri, berkreasi, dan kami itu kostum semua itu menyewa dari Malang. Dan kita semua itu mengikuti apa yang kita lihat dari Malang," imbuhnya.
Dia juga menjelaskan soal salah satu anggota timnya yang meninggal setelah karnaval. Akhid menyebut rekannya itu kelelahan.
"Itu emang iya, iya. Kelelahan. Dia menggunakan kostum, berarti maskot yang ada di depan. Bisa dilihat itu sudah beredar di mana-mana," ucapnya.
"Persiapannya itu kurang lebih satu minggu. Nah, kita akan mengevaluasi lebih lanjut agar kejadian-kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Dan sekali lagi kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas apa yang telah kami lakukan hingga membuat keresahan di kalangan masyarakat," tegasnya.
Untuk diketahui, salah satu akun instagram yang mengunggah karnaval tersebut adalah @infobimantara. Terlihat sejumlah orang mengenakan jubah putih berwajah tengkorak. Bahkan ada juga yang berkostum hitam dengan wajah seram.
Terlihat juga ada aksi dimana kambing dibawa ke peti mati yang mereka bawa. Kambing itu kemudian disembelih.
"KARNAVAL MAULID NABI KOK PENTASNYA RITUAL SATANIC ?
Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, digelar sebagai rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus khitanan massal ke-61.
Namun, ada satu adegan yang mencuri perhatian.
Dalam sebuah pertunjukan, terlihat kambing disembelih di atas sebuah altar yang dikelilingi lilin. Bagian bawahnya menampilkan pentagram terbalik, kepala kambing, lingkaran konsentris serta simbol yang menyerupai aksara Ibrani.
Sekilas, komposisi tersebut sangat mirip dengan Sigil of Baphomet, simbol yang lekat dengan ikonografi okultisme dan Satanisme modern.
Lantas, apa sebenarnya konsep pertunjukan tersebut?" tulis akun tersebut.
Pihak peserta dan panitia sudah menyampaikan maaf. Peserta tersebut juga mengaku kurang literasi dan terinspirasi dari Youtube. Kostumnya mereka peroleh dari persewaan.
(alg/dil)
