Peserta Simbang Kulon Night Carnaval (SKNC) 2026 yang heboh disebut melakukan ritual satanik membeberkan alasan membawakan konsep tersebut. Kostum itu disewa dan terinspirasi dari pertunjukan yang mereka lihat di Youtube.
"Idenya dari kami melihat kostum unik, kemudian kami sewa dan kami tiru. Kami menyewa dari Malang. Gerakannya kami latihan dengan teman-teman. Referensinya kami lihat dari YouTube, berbagai perform daerah Malang dan lain-lain," kata M Akhid dari Tim Simone atau Simbang Gang One ditemui di Kelurahan Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Senin (14/9/2026).
Akhid juga mengaku menyesal karena kurang memahami konteks maupun referensi yang digunakan dalam penampilan tersebut. Menurutnya, pihaknya tidak bermaksud menampilkan sesuatu yang berkaitan dengan ritual tertentu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami perwakilan dari Tim Simone minta maaf. Kami menyesal, kami kurang literasi. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas penampilan kami di depan panggung," ujar M Akhid.
Dia menyebut tidak paham soal ritual satanik. Mereka kemudian melatih koreografi selama sepekan sebelum pertunjukan pada Kamis (10/9) malam.
"Kalau awalnya kami tidak tahu apa itu ritual satanik. Kami hanya melihat unik, kemudian kami sewa," ujarnya.
Untuk diketahui, video pertunjukan tersebut viral dan dihubungkan dengan ritual sanatik. Salah satu akun instagram yang mengunggah karnaval tersebut adalah @infobimantara. Terlihat sejumlah orang mengenakan jubah putih berwajah tengkorak. Bahkan ada juga yang berkostum hitam dengan wajah seram.
Terlihat juga ada aksi dimana kambing dibawa ke peti mati yang mereka bawa. Kambing itu kemudian disembelih.
"KARNAVAL MAULID NABI KOK PENTASNYA RITUAL SATANIC ?
Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, digelar sebagai rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus khitanan massal ke-61.
Namun, ada satu adegan yang mencuri perhatian.
Dalam sebuah pertunjukan, terlihat kambing disembelih di atas sebuah altar yang dikelilingi lilin. Bagian bawahnya menampilkan pentagram terbalik, kepala kambing, lingkaran konsentris serta simbol yang menyerupai aksara Ibrani.
Sekilas, komposisi tersebut sangat mirip dengan Sigil of Baphomet, simbol yang lekat dengan ikonografi okultisme dan Satanisme modern.
Lantas, apa sebenarnya konsep pertunjukan tersebut?" tulis akun tersebut.
Pihak panitia sudah meminta maaf terkait kehebohan yang terjadi. Sedangkan Pemkab Pekalongan juga memanggil peserta dan panitia untuk dimintai keterangan.
Lihat Video 'Viral Karnaval di Pekalongan Berbau Ritual Kontroversi':
(alg/apl)
