Langit di kawasan Paremono, Mungkid, Kabupaten Magelang, dihiasi layang-layang berbagai ukuran. Bahkan ada layangan sepanjang 125 meter berbentuk naga.
Layangan berbentuk naga itu adalah milik Dwi Ardani (31) dari Slow Team Magelang yang ikut memeriahkan Paremono Kite Festival 2026 hari ini. Dwi menyebut panjangnya memang mencapai 125 meter.
"Kepala (naga) terbuat dari spon nate, gigi dari gabus, aksesoris dari spon nate, terus badannya dari kain. Ini diameter 72 cm, jarak ronce hampir 1 meter, panjang 125 meter," kata Dwi di lokasi festival, di lahan persawahan Dusun Namengan, Desa Paremono, Minggu (13/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyebut layang-layang naga kebanggaanya itu sudah pernah diterbangkan di seluruh Indonesia bahkan luar negeri.
"Paling jauh ke Perancis, Denmark, Malaysia sama Thailand. Terakhir ke luar negeri tahun 2024 di Perancis," katanya.
"Kami ikut event ini yang ketiga kali," imbuhnya.
Sementara itu, Tato Kite (45) dari Tulungagung mengatakan, baru pertama kali mengikuti festival layang-layang di Paremono. Dia juga menerbangkan layangan sepanjang 100 meter.
"Kami bawa layangan renteng murni. Kami di sini tidak ikut lomba, cuma untuk meramaikan. Nggak ada kepalanya cuma renteng, panjang sekitar 100 meter," ujarnya.
"Diterbangkan dua orang cukup tinggal anginnya. Kalau anginnya kencang ya, satu orang bisa. Kemarin diterbangkan di Surabaya, terus ke sini (motif vespa), diundang ikut meramaikan," jelasnya.
Acara festival layang-layang itu berlangsung selama dua hari, Sabtu (12/9) dan Minggu (13/9). Adapun untuk hari ini dilakukan penerbangan layang-layang untuk lomba maupun eksibisi.
Untuk layang-layang diterbangkan bentuknya beragam. Yang mana ada berbentuk gatot kaca, kuda lumping, water toren, naga maupun layang-layang pada umumnya.
"Festival layang-layang ini adalah acara tahunan. Jadi di Dusun Namengan, Desa Paremono sudah berjalan tiga tahun," kata Ketua Panitia, Andi Dwi Kurniawan kepada wartawan di lokasi festival, Minggu (13/9/2026).
"Alhamdulillah, pada tahun ini (pembukaan kemarin) dihadiri Bapak Bupati juga dinas-dinas terkait," sambungnya.
Andi mengatakan, peserta festival layang-layang datang dari Tulungagung Jawa Timur, Kulon Progo, Sleman, Jogja, Temanggung, Purworejo maupun daerah lainnya.
"Dalam festival ini kategori meliputi kreasi bebas dan tradisional. Terus untuk penjurian dilihat dari sistem kerapian, kreativitas," ujarnya.
