Cerita Murid Diancam Kepsek Saat Pergoki Lagi Mesra-mesraan di Sekolah

Round up

Cerita Murid Diancam Kepsek Saat Pergoki Lagi Mesra-mesraan di Sekolah

Tim detikJateng - detikJateng
Sabtu, 12 Sep 2026 05:01 WIB
Ilustrasi CCTV
Ilustrasi CCTV. Foto: Getty Images/iStockphoto/EdwardSamuelCornwall
Solo -

Kepala sekolah yang terekam CCTV melakukan tindakan asusila bersama seorang guru di Pekalongan ternyata pernah kepergok siswa. Dari pengakuan siswa itu, kepala sekolah sempat mengacungkan kepalan tangan karena ketahuan.

"Setelah memergoki, anak saya langsung disamperin kepala sekolah. Dia melihat anak saya sambil mengacungkan kepalan tangan. Terus anak saya langsung lari. Dia takut karena diacungi kepalan tangan itu," kata ortu siswa bernama Agus Rohiman (42) ketika mengikuti unjuk rasa di Kantor Bupati Pekalongan, Jumat (11/9/2026).

Kepsek-Guru Bemesraan

Agus mengatakan, anaknya melihat kepsek dan seorang guru berduaan di ruang kerja kepala sekolah setelah kegiatan belajar mengajar rampung. Menurut anak Agus, keduanya terlihat seperti sedang berpacaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Awalnya anak saya setelah pulang sekolah cerita ke saya, 'Pak, kok tadi adik lihat Bu Guru dan Pak Kepala Sekolah kok seperti itu, kayak orang pacaran itu sih'," tutur Agus.

Saat itu lah kepala sekolah menyadari ada yang melihat dan mendekati anak Agus sembari mengacungkan kepalan tangan. Namun menurut Agus, tidak ada kekerasan fisik yang dialami anaknya.

ADVERTISEMENT

"Enggak sampai dipukul. Jarak berapa ya, sekitar 10 meteran. Pas enggak sengaja mergoki," ujarnya.

Anak Trauma

Agus menjelaskan, dirinya memang kerap terlambat menjemput anaknya. Namun setelah peristiwa memergoki Kepsek dan guru bemesraan, anaknya jadi takut dan meminta ayahnya menjemput tepat waktu.

"Kalau pas berangkat sekolah kadang cuma pesan, 'Jemputnya jangan lama-lama.' Intinya ya mungkin trauma, Mas. Takutnya kalau enggak cepat-cepat disusul mungkin lihat lagi," ujar Agus.

Ia berharap dua ASN yang melakukan perbuatan asusila di lingkungan sekolah itu dipecat dengan tidak hormat. Agus kemudian mengikuti unjuk rasa di kantor Bupati Pekalongan dari massa yang mendukung agar kedua orang tersebut dipecat.

"Kami mendesak pelaku asusila untuk di-PTDH. Pecat dengan tidak hormat, pecat dari ASN. Karena kalau tidak dipecat, masih menjabat, masih sebagai PNS atau ASN, masih mendapatkan tunjangan. Justru itu akan mencoreng pemerintah kita, mencoreng Kabupaten Pekalongan," kata koordinator aksi, Muhamad Hadi Yusuf, ditemui di lokasi, Jumat (11/9/2026).

Kepsek-Guru Dimutasi

Pasangan yang masing-masing telah berkeluarga itu kini telah dimutasi. Pak Kepsek dimutasi ke Kantor Dindikbud Pekalongan, sementara Bu Guru dimutasi ke sekolah lain dan masih mengajar. Keduanya dimutasi sambil menunggu rekomendasi sanksi keluar.

"Yang perempuan kita keluarkan atau dibuat surat tugas ada di wilayah Doro. Masih aktif," kata Kepala Dindikbud Pekalongan, Kholid.

Sekda Minta Pelaku Dinonaktifkan

Aksi mesum kepsek dan guru itu terekam CCTV yang dipasang warga sekolah yang mencium gelagat mencurigakan dari keduanya. Penindakan berupa mutasi kemudian dilakukan terhadap keduanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupetan Pekalongan, M Yulian Akbar, menyatakan telah meminta Dindikbud menonaktifkan baik guru maupun kepsek yang ngeseks di ruangan sekolah selama proses penanganan.

"Tadi pagi kita sudah sampaikan ke Kepala Dindikbud untuk ada punishment-nya. Tidak mengajar," ujarnya saat ditemui di kantornya, Jumat (11/9/2026).

Ketika ditanya apakah keduanya harus dinonaktifkan, Yulian menjawab tegas.

"Harus dinonaktifkan," katanya.



(alg/alg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads