Warga Pekalongan demo untuk mendesak kepsek dan guru yang terekam indehoy di sekolah segera dipecat. Salah satu warga bercerita anaknya pernah diancam saat melihat kedua ASN itu bermesraan di ruang kepala sekolah.
"Setelah memergoki, anak saya langsung disamperin kepala sekolah. Dia melihat anak saya sambil mengacungkan kepalan tangan. Terus anak saya langsung lari. Dia takut karena diacungi kepalan tangan itu," kata ortu siswa bernama Agus Rohiman (42) di sela-sela untuk rasa di Kantor Bupati Pekalongan, Jumat (11/9/2026).
Agus menuturkan, cerita tersebut disampaikan anaknya setelah pulang sekolah. Sang anak mengaku sempat melihat kepala sekolah dan seorang guru berada di ruang kerja kepala sekolah dalam kondisi yang menurut pengamatan anak tersebut seperti orang sedang berpacaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Awalnya anak saya setelah pulang sekolah cerita ke saya, 'Pak, kok tadi adik lihat Bu Guru dan Pak Kepala Sekolah kok seperti itu, kayak orang pacaran itu sih'," tutur Agus.
Menurut Agus, peristiwa itu terjadi setelah kegiatan belajar mengajar selesai. Saat itu, anaknya masih berada di sekolah lantaran menunggu jemputan.
Agus mengaku dirinya terkadang terlambat menjemput anak karena harus menyusul setelah pekerjaan atau kesibukan lainnya. Siswa itu kemudian mengaku sempat kepergok saat melihat kejadian tersebut.
Agus menyebut, kepala sekolah kemudian menghampiri anaknya dan mengacungkan tangan dalam posisi mengepal. Agus menegaskan, berdasarkan cerita yang diterimanya, anaknya tidak sampai mengalami kekerasan fisik.
"Enggak sampai dipukul. Jarak berapa ya, sekitar 10 meteran. Pas enggak sengaja mergoki," ujarnya.
Sejak kejadian tersebut, Agus mengaku anaknya menjadi lebih takut dan kerap meminta agar ayahnya segera menjemput.
"Kalau pas berangkat sekolah kadang cuma pesan, 'Jemputnya jangan lama-lama.' Intinya ya mungkin trauma, Mas. Takutnya kalau enggak cepat-cepat disusul mungkin lihat lagi," ungkapnya.
Sebagai orang tua, Agus berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi. Ia juga meminta agar pihak terkait mengambil tindakan terhadap kepala sekolah dan guru yang disebut dalam pengakuan anaknya.
"Harapan saya mudah-mudahan enggak sampai terulang lagi. Dan yang nomor satu ya itu, pemecatan kepala sekolah sama Bu Gurunya," kata Agus.
Diketahui Pak Kepala Sekolah dan Bu Guru di SD wilayah Langkap, Kedungwuni terekam kamera CCTV sedang indehoy di sekolah. CCTV sengaja dipasang warga sekolah yang curiga hubungan dua orang itu.
Pasangan yang masing-masing telah berkeluarga itu kini telah dimutasi. Pak Kepsek dimutasi ke Kantor Dindikbud Pekalongan, sementara Bu Guru dimutasi ke sekolah lain dan masih mengajar. Keduanya dimutasi sambil menunggu rekomendasi sanksi keluar.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupetan Pekalongan, M Yulian Akbar, menyatakan telah meminta Dindikbud menonaktifkan baik guru maupun kepsek yang ngeseks di ruangan sekolah selama proses penanganan.
"Tadi pagi kita sudah sampaikan ke Kepala Dindikbud untuk ada punishment-nya. Tidak mengajar," ujarnya saat ditemui di kantornya, Jumat (11/9).
Ketika ditanya apakah keduanya harus dinonaktifkan, Yulian menjawab tegas.
"Harus dinonaktifkan," katanya.
(afn/apu)
