Cekcok berujung baku hantam antara pedagang yang mengendarai sepeda motor dengan sejumlah orang di tengah gelaran Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) di Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, viral di media sosial. Polisi menyatakan tengah menyelidiki dengan memanggil saksi-saksi.
"Kalau duduk permasalahannya belum jelas, karena kami masih memanggil saksi-saksi. Jadi kami menunggu keterangan dari saksi," kata Kapolsek Buaran, AKP Sunarto, ditemui di kantornya, Jumat (11/9/2026).
Diketahui, insiden ini diunggah di akun Instagram @pekalonganingfo. Video keributan itu berdurasi 1 menit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dua pedagang yang mengendarai sepeda motor terlibat keributan dengan peserta Simbang Kulon Night Carnival (SKNC), Kamis (10/9/2026) malam. Peristiwa tersebut terjadi ketika kedua pedagang hendak melintas di tengah kerumunan peserta.
Kejadian bermula saat salah satu pedagang membunyikan klakson beberapa kali karena berada di belakang kerumunan. Pedagang tersebut disebut sedang dalam perjalanan pulang kerja dan membunyikan klakson dengan maksud agar peserta yang berada di depannya memberikan jalan.
Namun, situasi kemudian memanas. Salah satu warga menyebut pedagang justru didorong oleh pemuda setempat. Pedagang yang berada di belakang kemudian membantu rekannya hingga terjadi cekcok dan bakuhantam.
"Bakul meh lewat klakson-klakson, terus pemuda setempat dorong-dorong bakul yang depan, teman bakul di belakang membantu, terus emosi dan terjadilah bakuhantam," ujar seorang warga.
Warga lainnya menyebut klakson tersebut awalnya dimaksudkan agar kerumunan yang menghalangi jalan segera menepi. Namun, pedagang tersebut justru disebut menjadi sasaran pengeroyokan," tulis demikian unggahan itu dilihat detikJateng.
Sunarto menerangkan, berdasarkan informasi dari pihak panitia, orang-orang yang terlibat dalam keributan tersebut bukan peserta maupun panitia karnaval.
"Kemudian, yang terlibat itu bukan dari peserta karnaval atau panitia berdasarkan informasi dari panitia. Kaus yang dipakai beda, juga orang-orangnya juga mereka tidak kenal," jelasnya.
Sedangkan terkait kabar adanya dua pedagang yang menjadi korban, Sunarto mengatakan hingga kini keduanya belum membuat laporan resmi ke polisi.
"Untuk dua korban tersebut sampai saat ini kami tunggu belum ada laporan," ujarnya.
Meski demikian, polisi tetap melakukan penelusuran. Sejumlah saksi dipanggil untuk dimintai keterangan guna mengungkap kejadian sebenarnya.
"Makanya ini kami panggil saksi-saksinya, kemudian setelah itu rencananya kami mau mencari korban. Kalau memang sudah tahu korbannya nanti kami datangi ke rumahnya," pungkasnya.
(apu/afn)
