Seorang bayi laki-laki ditemukan di dalam kardus di samping rumah warga Kelurahan Penggaron Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. Polisi saat ini masih mencari keberadaan orang tua bayi tersebut.
Bayi itu ditemukan dalam kondisi hidup pada Kamis (10/9/2026) pukul 05.30 WIB. Kapolsek Pedurungan, Kompol Navy Pradhana Prima Satya, menjelaskan bayi itu ditemukan dalam kardus berwarna cokelat dan dibungkus menggunakan kain berwarna putih.
"Bayi yang kami temukan berjenis kelamin laki-laki. Dari pemeriksaan awal, panjang badannya sekitar 49 sentimeter dengan berat kurang lebih 3,4 kilogram," kata Navy dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bayi itu ditemukan warga bernama Elita (42). Saat itu, Elita menyiram tanaman di sekitar rumahnya.
"Saat itu, saksi melihat sebuah kardus berwarna coklat berada di samping rumah. Saksi kemudian melihat kain berwarna putih di dalam kardus tersebut bergerak-gerak," terangnya.
Elita pun mendapati adanya bayi di kardus, sehingga meminta bantuan warga lainnya. Mendapatkan informasi penemuan bayi, polisi pun langsung mendatangi lokasi dan membawa bayi itu ke RSIA Plamongan Indah.
"Petugas bersama unsur kelurahan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan tempat kejadian serta memastikan bayi mendapatkan pertolongan," tuturnya.
"Bayi diperkirakan baru lahir sekitar satu jam sebelum ditemukan dan saat ditemukan dalam keadaan hidup. Untuk memastikan kondisi kesehatannya, bayi langsung kami bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis," ujar Kompol Navy.
Polisi juga menemukan beberapa pakaian yang masih terdapat bercak darah. Sejumlah barang itu menjadi bagian dari penanganan untuk polisi menyelidiki bagaimana bayi itu sampai di lokasi.
"Yang menjadi perhatian utama kami adalah keselamatan dan kondisi bayi. Setelah ditemukan, kami bersama warga segera memastikan bayi mendapatkan pertolongan medis. Di sisi lain, anggota juga melakukan pengamanan lokasi, mendata saksi-saksi, serta mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk mengungkap siapa yang menempatkan atau meninggalkan bayi tersebut di lokasi," jelasnya.
Navy menegaskan polisi masih melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan sejumlah saksi dan mendalami berbagai informasi di sekitar tempat kejadian. Polisi juga menelusuri rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi yang dapat membantu mengungkap pihak yang meninggalkan bayi tersebut.
"Kami masih melakukan penyelidikan. Keterangan saksi, kondisi di sekitar lokasi, termasuk kemungkinan adanya rekaman CCTV, semuanya akan kami dalami. Kami berharap masyarakat yang mengetahui informasi mengenai keberadaan orang tua atau pihak yang berkaitan dengan bayi ini dapat menyampaikannya kepada kepolisian," tegasnya.
Setelah mendapatkan perawatan awal di RSIA Plamongan Indah, bayi tersebut bakal dirujuk ke Rumah Sakit Wongsonegoro untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Selanjutnya, Dinas Sosial akan melakukan langkah penanganan sesuai kewenangan, termasuk terkait tempat perawatan dan perlindungan bayi.
Navy menyampaikan jika ada masyarakat yang hendak mengasuh atau mengadopsi bayi tersebut, prosesnya tidak dapat dilakukan secara langsung maupun melalui kesepakatan pribadi. Seluruh proses harus melalui mekanisme resmi dan berkoordinasi dengan Dinas Sosial serta instansi yang berwenang.
"Untuk persoalan pengasuhan maupun adopsi, kami mengimbau masyarakat agar tidak mengambil langkah sendiri. Semua harus melalui prosedur dan ketentuan yang berlaku dengan melibatkan Dinas Sosial dan instansi terkait. Yang paling penting saat ini adalah memastikan bayi mendapatkan perawatan, perlindungan, dan lingkungan yang aman," katanya.
