Operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk pemadaman Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo Solo telah dijadwalkan hari ini. Namun, operasi tersebut masih menunggu potensi pertumbuhan awan di lokasi.
"Jadwal (OMC) sudah ada, masih menunggu potensi pertumbuhan awan di lokasi, masih terus dipantau BMKG," kata Kepala Pelaksana BPBD Solo, Ari Dwi Daryatmo, saat konferensi pers di TPA Putri Cempo, Solo, Kamis (10/9/2026).
Ari mengatakan saat ini sudah ada kumpulan awan, sehingga bisa dilaksanakan operasi modifikasi cuaca.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari keterangan pihak Lanud juga memperhatikan kajian dari BMKG, ketika awan itu memang sudah berkumpul ataupun titik-titik awan itu sudah bisa dilaksanakan untuk modifikasi (cuaca) itu bisa disegerakan," ujar dia.
Ari menyebut pihaknya dan Lanud Adi Soemarmo terus memonitor pertumbuhan awan. Ia mengatakan, operasi dijadwalkan dalam tiga sesi, yakni pukul 10.30-12.30 WIB, 14.30-16.30 WIB, dan 17.00-19.00 WIB. Namun pertumbuhan awan hari ini masih minim.
"Jadi kita memang selalu memonitor dengan teman-teman yang ada di Lanud. Untuk hari ini, pertumbuhan awan masih minim," tuturnya.
Progres Pemadaman di Hari ke-8
Mengenai kebakaran TPA Putri Cempo, Ari mengatakan upaya pemadaman masih berfokus di blok B.
"Hingga hari ini yang adalah hari ke-8. Ini telah berhasil dikendalikan yaitu di blok C seluas 1,8 hektare, kemudian di blok D1 seluas 0,59 hektare, dan blok B kami perkirakan padam di angka 40 sampai 45 persen," kata Ari.
Ia memerinci dari total luas Blok B yang mencapai 3,92 hektare, sekitar 1,5 hingga 1,7 hektare sudah berhasil dikendalikan oleh tim gabungan. Fokus penanganan hari ini masih tetap disiagakan di Blok B dengan pembasahan intensif.
"Sebanyak delapan tim yang terdiri dari nozzleman dan helper dikerahkan, melibatkan unsur TNI, Polri, relawan, BPBD, serta pihak terkait lainnya," ucapnya.
Untuk penanganan Blok C yang memiliki luas 1,8 hektare, petugas mengerahkan satu tim khusus untuk melakukan injeksi air ke sejumlah titik yang terpantau masih mengeluarkan asap.
"Berdasarkan hasil asesmen dari BPPTKG Yogyakarta, Blok C dan Blok D dipastikan sudah bebas dari gas metana. Kendati demikian, gas metana dilaporkan masih ditemukan di Blok B mengingat proses penanganan di area tersebut masih terus berjalan," pungkasnya.
(dil/ams)
