Ratusan siswa dari dua sekolah menengah pertama di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati diduga keracunan usai menyantap makan bergizi gratis (MBG). Puluhan ambulans pun dikerahkan untuk mengangkut para siswa dari dua sekolah yakni SMP Negeri 1 Gembong dan MTS Negeri 3 Pati.
Pantauan detikJateng di depan SMPN 1 Gembong siang ini, terlihat ada puluhan ambulans yang silih berganti membawa para siswa ke puskesmas dan rumah sakit. Ambulans berdatangan ke dua sekolah yang jaraknya sekitar 500 meter itu.
Ambulans nampak bergantian mengangkut para siswa yang diduga keracunan MBG. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo, menyatakan pihaknya mengerahkan 29 ambulans untuk menangani korban keracunan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ambulans sebanyak 29 unit kita kerahkan semua agar cepat teratasi," kata Luky di SMPN 1 Gembong, Rabu (9/9/2026).
Dia mengatakan sempat terjadi overload di Puskesmas Gembong setelah ada ratusan siswa SMPN 1 Gembong yang mengalami mual, pusing, diare, dan lemas. Karena overload, para siswa kemudian dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Pati.
"SMP Negeri 1 Gembong tadi sudah kita evakuasi ke sini, setelah di puskesmas overload kita arahkan ke RSUD Pati sebagian ke RS Mitra Bangsa," jelasnya.
Ambulans hiling mudik mengangkut korban keracunan di Gembong Pati, Rabu (9/9/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng |
Menurutnya, ratusan siswa dari 2 sekolah itu masih dirawat di rumah sakit.
"Ini masih perawat. Tidak ada gejala berat semoga tertangani dengan baik," jelasnya.
Luky masih mendata jumlah siswa yang dirawat inap di rumah sakit. Menurutnya, para siswa sebelumnya bergejala mual, diare, pusing dan lemas.
"Laporan dari sekolah bergejala lebih dari 100. Kalau dirawat di rumah sakit masih didata. Kondisi, bergejala mual, diare, pusing, lemes dan itu," terang dia.
Diketahui, ratusan siswa dari dua sekolah di Pati menjadi korban keracunan MBG. Di SMP Negeri 1 Gembong terdapat 103 siswa dan 13 guru mengalami mual dan diare. Kemudian di MTs Negeri 3 Pati ada 127 siswa dan 30 guru yang mengalami mual dan diare setelah menyantap MBG.
"Kami mendapatkan laporan sekira jam 09.00 WIB, informasi kami dapat awal merupakan dugaan keracunan MBG yang disajikan kemarin. Ini masih dugaan," kata Luky.

