Puluhan siswa MAN 2 Rembang (MAN Lasem) dilarikan ke Puskesmas Lasem akibat mengalami gejala gangguan pencernaan dan diare masal. Hingga sore ini, belasan siswa di antaranya harus menjalani rawat inap.
"Jadi kita ada laporan siswa MAN Lasem (MAN 2 Rembang) gejala diare, gangguan pencernaan. Yang dibawa ke sini ada 29 pasien dari MAN Lasem (MAN 2 Rembang). Dari 29 itu yang rawat inap ada 15," kata Kepala Puskesmas Lasem, dr Joko Paryanto saat diwawancarai wartawan di lokasi, Selasa (8/9/2026).
Joko menjelaskan bahwa proses observasi terhadap para siswa masih terus berjalan. Dari pendataan awal, beberapa siswa yang rawat jalan sudah diperbolehkan pulang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini masih proses observasi, masih berjalan. Yang 14 masih diobservasi dan sebagian sudah pulang," jelasnya.
Terkait dugaan penyebab keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG), pihak Puskesmas belum bisa memastikan. Saat ini penanganan medis dan pengamanan sampel makanan menjadi prioritas utama.
"Belum bisa dipastikan (karena MBG). Kita yang penting tanggap daruratnya dulu, kita menangani yang datang bergejala kemudian kita mengamankan sampel-sampelnya untuk pemeriksaan lebih lanjut. Daya tampung Puskesmas masih aman," tegas Joko.
Salah satu siswa kelas 12 MAN 2 Rembang, Nashwa Angeli Fajrina, menceritakan gejala mules dan diare sudah ia rasakan sejak malam hari sebelum berangkat sekolah.
"Kerasanya itu pas Isya, tengah malam itu kerasa lagi, sering BAB. Pagi masih terasa juga. Mau nggak sekolah sayang, akhirnya sekolah. Di sekolahan diare lagi, BAB sampai tiga kali. Tadi sampai antre juga di WC," tutur Nashwa.
Siswa asal Sedan ini akhirnya dilarikan ke Puskesmas karena kondisinya tak kunjung membaik saat berada di sekolah.
"Terus dibawa ke sini (Puskesmas). Rasanya sakit mules di perut. Mual tapi nggak bisa muntah. Ini sampai sekarang masih kerasa mules," ungkapnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi hingga pukul 15.52 WIB, jumlah siswa yang dilarikan ke Puskesmas Lasem terus bertambah menjadi 36 anak. Rinciannya, 15 siswa menjalani rawat inap, 15 siswa rawat jalan, dan 6 siswa masih dalam proses observasi. Jumlah pasien diperkirakan masih bisa bertambah.
Kepala MAN 2 Rembang Ahmad Suhadak Solikin menduga diare massal di sekolahnya akibat keracunan MBG. Ia menduga siswa keracunan usai menyantap menu MBG pada Senin (7/9).
"Njih (dugaan karena MBG)," katanya saat diminta konfirmasi detikJateng.
"Untuk menu MBG kemarin (7/9/2026) itu ada ayam kari, tahu bacem, sama melon. Sama nasi," ungkapnya.
