Ketua Satuan Tugas Program Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Blora sekaligus Wakil Bupati (Wabup) Blora, Sri Setyorini, meminta SPPG yang menyebabkan 136 siswa SMAN 1 Tunjungan Blora keracunan MBG agar ditutup. Ia menyebut ini kasus ketiga yang melibatkan SPPG tersebut.
"Sudah kejadian dua kali dan ini yang ketiga. Ya, kami mau enggak mau harus mengusulkan tutup," jelasnya saat ditemui di SMAN 1 Tunjungan, Selasa (8/9/2026).
Diketahui, SPPG yang dimaksud ialah SPPG Blora Tunjungan Sukorejo 2. SPPG itu sempat dikomplain warga karena menunya minimalis. SPPG itu juga pernah mendapat peringatan terkait kasus pengelolaan limbah.
"Artinya dari kebersihannya saya nilai kurang," ucap Sri.
Sri juga meminta kepada pihak SPPG agar mengembalikan duit MBG ke Badan Gizi Nasional (BGN) terkait keracunan yang dialami siswa dan guru di SMAN Tunjungan Blora.
Baca juga: 2 Lansia Adu Bacok di Pengadegan Purbalingga |
"Yang pertama, hari ini dia (SPPG) harus mengembalikan kepada BGN. Jumlah penerima manfaat kali harga," tegas Sri.
"Harus kembalikan, saya minta bukti pengiriman yang sudah ditransfer. Saya suruh (kirim bukti) ke saya sama ke kepala sekolah. Yang kedua, saya usulkan untuk ditutup," ucap dia.
Sri menjelaskan, sebanyak 136 siswa yang keracunan menu MBG itu mengalami kondisi lemas, diare, muntah, mual, hingga pusing. Keracunan juga dialami oleh seorang guru. Beberapa siswa juga ada yang dirawat di klinik terdekat, dan ada siswa yang izin tidak masuk sekolah karena sakit.
"Katanya perutnya tadi, sudah saya tanya mulas-mulas, pusing," jelas dia.
Ratusan siswa serta guru yang keracunan tersebut menyantap menu MBG pada 7 September. Namun para siswa baru melapor ke pihak sekolah hari ini.
"Kan sudah tadi malam di rumah. Sudah diare, kan enggak merasakan. Setelah di sini kumpul teman-temannya, semua ternyata banyak yang kena," jelasnya.
Para siswa tersebut mengonsumsi menu MBG berupa nasi putih, tempe goreng ketumbar, ayam woku kemangi, dan rebusan brokoli jagung manis pada Senin (7/9) yang didistribusikan oleh SPPG Blora Tunjungan Sukorejo 2.
Sementara itu Korwil SPPG Blora Artika Diannita, mengonfirmasi bahwa SPPG Blora Tunjungan Sukorejo 2 sebelumnya sudah mendapat peringatan dua kali. Peringatan pertama karena permasalahan seringnya mendapat komplain dari penerima manfaat lantaran menu yang minimalis. Peringatan kedua yaitu terkait Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL).
"Dulu itu awal-awal karena sering dapat komplain, ya karena menunya itu minimalis. Terus karena IPAL," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 136 siswa SMAN 1 Tunjungan Blora diduga keracunan menu makan bergizi gratis (MBG). Selain siswa, keracunan juga dialami oleh seorang guru.
"Dugaannya tadi didata oleh Dinas Kesehatan, siswa ada 133, guru 1, kemudian anak yang tidak hadir karena diare kita juga menduga karena keracunan, 3 orang. Sehingga jumlah total 137," ungkap Kepala SMAN 1 Tunjungan, Yuni Ni'wati saat diwawancarai wartawan di lokasi, Selasa (8/9/2026).
Ia mengatakan bahwa ratusan siswa serta guru itu diduga mengalami keracunan usai menyantap menu MBG kemarin. Namun para siswa baru melaporkan ke pihak sekolah hari ini.
Simak Video "Video: Tak Hanya Santri, Siswa SD dan Sekolah Lain Juga Keracunan MBG di Jatim"
(afn/dil)