Dinkes Uji Lab Menu MBG Diduga Picu Keracunan 19 Siswa di Blora

Dinkes Uji Lab Menu MBG Diduga Picu Keracunan 19 Siswa di Blora

Achmad Niam Jamil - detikJateng
Senin, 20 Jul 2026 14:23 WIB
Kepala Sub Koordinator Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga Dinkesda Blora, Tutik Rahayu memberikan keterangan saat ditemui di SPPG Bogowanti, Ngawen, Blora.
Kepala Sub Koordinator Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga Dinkesda Blora, Tutik Rahayu memberikan keterangan saat ditemui di SPPG Bogowanti, Ngawen, Blora. Foto: Achmad Niam Jamil/detikJateng
Blora -

Sebanyak 19 siswa SDN 1 Sendangrejo menjalani perawatan di Puskesmas Ngawen, Blora diduga keracunan menu susu MBG. Pihak Dinas Kesehatan Blora mengambil sampel menu untuk diuji laboratorium.

"Ngecek di gudang terus alur penerimaan barang, kemudian keluar-masuknya barang, omprengnya bagaimana, penempatan bagaimana. Sampel makanan kita bawa ke laborat," ungkap Kepala Sub Koordinator Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga Dinkesda Blora, Tutik Rahayu, saat ditemui di Dapur SPPG Bogowanti, Senin (20/7/2026).

Sampel yang diambil adalah menu hari ini yang disajikan. Tutik belum bisa memastikan penyebab 19 siswa SDN 1 Sendangrejo, Ngawen, Blora mual dan sakit perut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita belum tahu, karena hasil labnya belum keluar. (Diduga susu) kita belum bisa langsung meng-cut itu susu, karena kita harus menunggu hasil labnya. Yang dilab kan tadi sampel makanan yang disajikan hari ini," jelas dia.

ADVERTISEMENT

Koordinator Wilayah SPPG, Artika Diannita mengatakan bahwa siswa yang keracunan tersebut diduga dari salah satu menu MBG, yaitu susu. Meski demikian pihaknya menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab siswa mual dan sakit perut.

"Kalau hari ini kita sebutkan sebagai kejadian menonjol, tadi pagi mendapatkan informasi terdapat kejadian menonjol di SDN 1 Sendangrejo, Ngawen, berdasarkan laporan dari Korcam dan laporan dari kepala SPPG. Indikasi kemungkinan dari susu," jelasnya.

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, kondisi dapur secara keseluruhan sudah sesuai. Namun terdapat beberapa jal yang perlu ditingkatkan, mulai dari pengawasan, kualitas dan dari fasilitas dapur.

"Kita sedang mengecek terkait kondisi susu, mulai dari expired (kedaluwarsa), itu tidak. Expired-nya sekitar januari 2027. Nanti hasil lebih akuratnya untuk sampel sudah dibawa labkesda," jelasnya.

Dia menambahkan, pada menu MBG yang disajikan oleh SPPG Bogowanti yang berada di wilayah Kecamatan Ngawen, Blora ini terdapat susu yang meledak di dalam wadah makanan atau ompreng.

"Terkait susu yang meledak, susu yang didistribusikan hari ini itu mungkin memuai atau bisa penyimpanannya sudah terlalu lama, bisa juga salah penyimpanan. Mungkin suhu ruangan kurang sesuai sehingga menyebabkan kondisi susu panas dan memuai, meledak," papar Artika.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 19 siswa SDN 1 Sendangrejo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora mendadak mual dan sakit perut diduga habis meminum susu dari menu makan bergizi gratis (MBG). Para siswa kemudian dilarikan ke Puskesmas Ngawen untuk mendapat penanganan medis.

"Indikasi makanan itu di susunya. Mungkin penyimpanannya atau apa gitu agak basi," ungkap seorang guru SDN 1 Sendangrejo, Fatoni, saat ditemui di Puskesmas Ngawen, Senin (20/7/2026).

Fatoni menjabarkan menu MBG dibagikan ke siswa usai upacara rutin hari Senin. MBG didistribusikan sekitar pukul 06.30 WIB. Dikatakan Fatoni, para murid mulai menderita sakit perut hingga mual setelah minum susu.

"Gejalanya mual-mual, perut sakit. Jadi habis makan, anak-anak merasa mual-mual, terus dibawa ke Puskesmas," jelas dia.

Siswa yang diduga keracunan tersebut merupakan anak didik kelas 3, 4 dan 5. Susu yang dibagikan menurutnya sudah basi meski kedaluwarsa tahun 2027.

"Susunya ada yang meletus juga. Jumlah siswa yang dibawa ke Puskesmas ada 19 anak. Untuk rata-rata kelas 3, 4 dan 5. Kalau kedaluwarsa tidak, masih 2027, mungkin cara penyimpanannya atau apa," ucapnya.



(alg/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads