Massa dari dua perguruan silat yang bentrok di Desa Mranggen, Polokarto, Sukoharjo, telah dimediasi. Meski demikian, polisi masih mengamankan satu orang yang kedapatan membawa senjata tajam saat kejadian.
"Pada pertemuan malam ini (Senin, 7 September) kita melakukan musyawarah dalam rangka mediasi agar permasalahan kemarin dapat diperoleh kesepakatan," Kata Kapolsek Polokarto AKP Sri Haryanto dalam keterangan tertulis yang diterima detikJateng, Selasa (8/9/2026).
Sri mengatakan, mediasi dilakukan Mapolsek Polokarto pada Senin (7/9) malam. Mediasi itu dihadiri oleh perwakilan dari pihak Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), PSNU Pagar Nusa, TNI, Polri, dan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.
Dalam mediasi tersebut, kedua pihak perguruan silat menyatakan komitmennya untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah dan tidak melakukan pengerahan massa.
Perwakilan PSHT, Dakun alias Jamal, menyatakan pihaknya siap menjaga keamanan bersama.
"Pada intinya pada malam ini dan seterusnya jangan sampai ada pengerahan massa secara liar. Masalah kemarin agar tetap ditindaklanjuti dalam penegakan hukum," kata Jamal, dikutip dari keterangan tertulis.
Hal senada disampaikan perwakilan PSNU Pagar Nusa, Ridwan Nur Hidayat. Ia menyatakan pihaknya sepakat menjaga situasi kamtibmas dan meminta setiap persoalan yang terjadi diproses sesuai ketentuan hukum.
"Kita di sini melakukan kedamaian, dan dari Pagar Nusa juga sudah melakukan open donasi untuk membantu, tetapi tidak cukup di situ saja. Damai tetap damai, dan laporan tetap diterima dan ditindaklanjuti," ujarnya.
Satu Orang Masih Diamankan
Sementara itu, kepolisian masih mengamankan satu orang dari bentrokan tersebut. Satu orang yang diamankan berinisial MFP (26) warga Polokarto, Sukoharjo.
Kapolres Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Prabowo, mengatakan meski masalah bentrokan telah dimediasi, namun proses penegakan hukum tetap berjalan.
"Prosesnya tetap, yaitu upaya kami dari Reskrim melakukan penegakan hukum. Namun demikian di Reskrim juga ada restorative justice, dan yang terpenting saat ini kita ingin rehabilitasi terlebih dahulu," kata Anggaito dalam siaran pers yang diterima detikJateng, Selasa (8/9/2026).
Usai bentrokan itu, Anggaito meminta semua pihak menahan diri agar tidak muncul konflik baru.
"Harapannya tidak ada setelah ini kegiatan-kegiatan yang bersifat mengganggu kondusivitas Kamtibmas," ucapnya.
Kasat Reskrim Polres Sukoharjo AKP Zainudin menambahkan, sejauh ini pihaknya hanya mengamankan satu orang. Penanganan perkara dilakukan berdasarkan fakta, keterangan saksi, dan barang bukti yang diperoleh dalam proses penyelidikan dan penyidikan.
"Penyelesaian perkara melalui restorative justice dapat ditempuh apabila memenuhi persyaratan yang berlaku," kata Zaenudin.
Mobil Polisi Dirusak
Diberitakan sebelumnya, dua kelompok perguruan silat terlibat bentrokan di Desa Mranggen, Polokarto, Sukoharjo, pada Senin (7/9) dini hari. Satu mobil milik Unit Satlantas Polres Sukoharjo mengalami kerusakan saat melerai bentrokan tersebut.
"Korban Kasat Lantas, itu mobilnya penyok," kata Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo saat dihubungi detikJateng, Senin (7/9/2026).
"Ada yang diamankan 1 orang bawa sajam," sambungnya.
Bentrokan itu terjadi sekira pukul 00.30 WIB. Bentrokan sempat berhenti sekira pukul 01.30 WIB, karena salah satu perguruan silat memilih mundur. Meski demikian, massa dari perguruan silat lainnya bertahan, hingga dibubarkan oleh kepolisian.
Simak Video "Nikmati Sejarah di The Heritage Palace, Sukoharjo"
(dil/apl)