Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turun tangan dalam proses pemadaman kebakaran TPA Putri Cempo Solo. BNPB menyebut upaya pemadaman yang memasuki hari keenam ini sudah mencapai 1,5 hektare, dan masih menyisakan sekitar 4 hektare.
"Upaya pemadaman yang memasuki hari keenam ini sudah mencapai 1,5 hektare, sehingga masih menyisakan kurang lebih 4 hektare dan ini berada di Blok B semua," kata Direktur Dukungan Penanganan Darurat Wilayah 1 BNPB, Agus Riyanto di sela rapat koordinasi dengan BPBD Solo, Senin (7/9/2026).
Berdasarkan tinjauan lapangan terbaru, total luas gunungan sampah yang terdampak kebakaran di TPA Putri Cempo mencapai 5,5 hektare dari total 17 hektare luas keseluruhan TPA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga saat ini, petugas telah berhasil menjinakkan api di area seluas 1,5 hektare, terutama di kawasan Blok C yang kini statusnya hampir sepenuhnya padam.
Agus mengakui ada kendala teknis dalam pembagian sektor pemadaman. Berdasarkan pantauan drone thermal, titik api tersebar hampir merata di Blok B. Untuk itu, strategi pembuatan sekat sektoral, yakni B1, B2, dan B3, sulit dilakukan.
"Selain itu, akses jalur yang sulit di blok tersebut menjadi tantangan utama bagi armada pemadam," ucapnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya akan menambah pengerahan alat berat guna membuka akses bagi tim penyemprot.
"Strategi kita yang terkuat adalah alat berat. Kami akan menambah sekitar tiga alat berat lagi untuk menyisir dan membuka jalur untuk pemadaman. Satuan darat juga akan dipertebal, baik personel maupun armada, jika dirasa kurang akan terus kita tambah," kata dia.
Agus juga tengah merumuskan penggunaan metode kimia untuk mempercepat pemadaman. Salah satunya adalah penggunaan racun api yang dicampur dengan cairan foam agar lebih efektif mematikan bara api di tumpukan sampah yang dalam.
"Ini coba untuk mengefektifkan ini, apakah nanti coba dengan racun api begitu, ya, dicampur dengan foam," tuturnya.
Di sisi lain, koordinasi dengan BMKG juga telah dilakukan untuk menjajaki peluang Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Berdasarkan laporan BMKG, terdapat potensi pertumbuhan awan yang cukup baik pada periode 8-11 September mendatang.
"Kami mencoba apakah dari udara bisa dengan OMC. Infonya tanggal 8 sampai 11 ada potensi awan cukup bagus, itu akan kita optimalkan untuk membantu pemadaman dari langit," ujar Agus.
BNPB menargetkan pemadaman kebakaran TPA Putri Cempo bisa selesai pekan depan.
"Kita maksimalkan betul karena kita punya target waktu paling tidak minggu depan ini harus padam, syukur-syukur bisa lebih cepat," pungkasnya.
(dil/apu)
