Cak Imin soal Berubahnya Data DTSEN-Desil: Proses Pendataan Tepat

Cak Imin soal Berubahnya Data DTSEN-Desil: Proses Pendataan Tepat

Tara Wahyu NV - detikJateng
Jumat, 04 Sep 2026 20:55 WIB
Menko PM, Muhaimin Iskandar ditemui di Graha Wisata Niaga, Solo, Jumat (4/9/2026).
Menko PM, Muhaimin Iskandar ditemui di Graha Wisata Niaga, Solo, Jumat (4/9/2026). Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng
Solo -

Menteri Koordinator (Menko) Pemberdayaan Manusia, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin buka suara mengenai Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang tidak sesuai. Diketahui, banyak masyarakat yang mengeluhkan Desil yang naik.

Mengenai perbedaan data tersebut, Cak Imin mengatakan perubahan desil yang terjadi saat ini merupakan dinamika dari pembaruan data di Kementerian Sosial dan BPS.

"Iya, ini Kemensos sama BPS. Jadi gini, desil itu digunakan untuk agar bantuan itu tepat sasaran. Tentu dalam rangka tepat sasaran butuh update, update, update terus-menerus. Jadi kalau ada dinamika hari ini, ini bagian dari proses pendataan yang tepat," katanya dalam Optimalisasi Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Graha Wisata Niaga, Laweyan, Solo, Jumat (4/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengaku telah meminta Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk bergerak lebih agresif dalam melakukan pemutakhiran data langsung di lapangan guna merespons dinamika yang ada.

ADVERTISEMENT

"Saya minta Kemensos dan BPS terus turun untuk mengatasi updating secara lebih agresif, ya," ucapnya.

Saat disinggung mengenai tenggat waktu penyelesaian sinkronisasi data tersebut, Muhaimin memastikan prosesnya akan dikebut tanpa menunggu waktu lama. Mengenai berbagai kendala yang kerap dikeluhkan masyarakat di tingkat bawah, Muhaimin memastikan pemerintah melalui kementerian dan lembaga terkait akan langsung merespons dengan aksi cepat di lapangan.

"Secepatnya, secepatnya. Ya Kemensos akan bergerak cepat, BPS akan berjalan, ya," terangnya.

Di sisi lain, Cak Imin menargetkan angka kemiskinan di Jawa Tengah turun hingga 8 persen hingga tahun 2029. Dirinya juga mengapresiasi kinerja Wali Kota dan Bupati yang dinilai agresif untuk menekan angka kemiskinan tersebut.

"Di Jawa Tengah alhamdulillah mengalami penurunan angka kemiskinan. Dan kita akan dorong terus sampai angka di bawah 8% tahun 2029. Saya sangat senang para bupati, wali kotanya efektif bekerja," beber Muhaimin.

Sementara itu, Cak Imin menekankan bahwa penanggulangan kemiskinan saat ini tidak lagi mengandalkan bantuan sosial. Namun, pihaknya mendorong pemberdayaan masyarakat untuk menjadi mandiri.

"Saya senang orientasi baru bahwa penanggulangan kemiskinan tidak hanya mengandalkan bantuan sosial dan meletakkan bantuan sosial sebagai bantalan sementara, yang pada akhirnya kita dorong pemberdayaan untuk menjadi masyarakat yang mandiri. Kelak pada akhirnya targetnya nanti kesuksesan ini sampai pada level para warga yang miskin naik kelas, sehingga yang mendapatkan bantuan sosial hanya lanjut usia, disabilitas. Itu yang akan mendapatkan, yang lain sudah mandiri," pungkasnya.



(apl/alg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads