22 Pelajar SMK Diamankan Usai Viral Konvoi Bikin Onar di Klaten

22 Pelajar SMK Diamankan Usai Viral Konvoi Bikin Onar di Klaten

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Kamis, 03 Sep 2026 11:18 WIB
Aerial View of a traffic in Hanoi, Vietnam
ilustrasi geng motor. Foto: iStock
Klaten -

Polresta Klaten mengamankan 22 pelajar SMK terkait kasus konvoi motor yang bikin onar di sejumlah wilayah di Klaten belum lama ini.

"Untuk pelajar yang diamankan karena viral di sosmed berjumlah 22 orang," kata Kasi Humas Polresta Klaten, AKP Suwoto, saat dihubungi detikJateng lewat ponsel, Kamis (3/9/2026).

Suwoto mengatakan, 22 pelajar itu dari berbagai SMK di Klaten. Saat ini mereka tengah diminta keterangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pelajar dari berbagai SMK di kabupaten Klaten. Saat ini ke 22 pelajar didampingi orang tuanya menjalani pemeriksaan di unit 1 dan unit PPA Sat Reskrim Polresta Klaten," terang Suwoto.

"Untuk sementara tidak dilakukan penahanan," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Warga yang menyebut anaknya menjadi korban aksi kekerasan konvoi motor tersebut, Joko Maryadi (46), mengaku sudah mendapatkan informasi soal tertangkapnya para terduga pelaku. Sebagai keluarga korban dirinya menyambut baik.

"Ya kita menyambut baik. Harapannya kasus ini diusut tuntas sesuai hukum yang berlaku agar ke depan tidak ada lagi kejadian semacam ini," ungkap Joko saat dihubungi detikJateng.

Menurut Joko, anaknya menjadi korban pengeroyokan konvoi motor tersebut. Anaknya sudah diminta keterangan penyidik.

"Hari ini rencana diminta keterangan di Polresta. Kita akan lengkapi bukti juga", lanjut Joko.

Diberitakan sebelumnya, aksi gerombolan bermotor bersenjata tajam yang membuat keributan di beberapa lokasi di Klaten pada Minggu (16/8) dini hari jadi viral di media sosial. Para pelaku disebut sempat mengeroyok warga dan merusak motor warga di Jalan Jogja-Solo, Ceper, Klaten.

Korbannya ialah seorang pelajar SMK, lelaki berinisial ITP (15). Selain dikeroyok, motor PCX milik korban juga dirusak menggunakan senjata tajam.

Ayah korban, Joko Maryadi (46), menceritakan anaknya saat kejadian sedang makan di angkringan bersama rekannya di tepi Jalan Jogja-Solo, Mlese, Ceper. Kejadiannya sekitar pukul 02.34 WIB, Minggu (16/8).

"Kejadiannya sekitar pukul 02.34 WIB, anak saya jajan sama temannya. Gerombolan itu ke arah Solo dan bikin ulah turun dari motor," kata Joko kepada detikJateng lewat ponsel, Selasa (18/8/2026).

Diceritakan Joko, para pelaku menyeberang jalan dan mendekati warung angkringan lewat celah median jalan. Saat itu anaknya tidak peduli dan melanjutkan makan.

"Anak saya melanjutkan makan tapi didatangi dikeroyok, dipukuli dan dibacok dengan celurit. Anak saya ditarik temannya, kalau tidak ditarik ya fatal," ujar Joko.

"Yang bacok anak saya yang pakai jaket warna kuning. Kena di bagian punggung, untungnya tidak ditarik sehingga tidak sobek, luka punggung kiri cuma goresan," lanjut Joko.

Joko menyatakan, anaknya dan temannya segera lari, termasuk pedagang angkringan dan warga lain yang jajan. Motor anaknya yang tertinggal dirusak.

"Semua lari, termasuk bakul angkringan dan motor anak saya dirusak. Saya periksakan ke RSUP Tegalyoso," papar Joko.

Anaknya, sebut Joko, hanya dirawat jalan meskipun sebenarnya diminta rawat inap oleh dokter karena pusing serta muntah.

"Motor anak saya dirusak dengan sajam, sebelah kiri pecah semua. Warungnya angkringan tidak dirusak," sambung Joko.

Para pelaku, kata Joko, diyakini merupakan pelaku yang beraksi di Jimbung dan RSI sebab waktu dan lokasinya berurutan.

"Sama pelakunya, jamnya berurutan, videonya CCTV juga ada, sudah saya adukan ke Polresta. Para pelaku meneruskan ke arah Solo, infonya juga ribut di Penggung," imbuh Joko.

Pantauan detikJateng di lokasi, lokasi angkringan yang diserang jaraknya dengan gudang kargo yang juga diserang sekitar 300 meter. Posisi warung di lajur ke arah Yogyakarta.

Saat dimintai konfirmasi soal adanya korban, Kasi Humas Polresta Klaten AKP Suwoto menyatakan belum mengetahui. "Belum ada laporan, kita cek. Atau mungkin ke Polsek Ceper, " kata Suwoto saat dihubungi detikJateng.



(dil/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads