Aksi gerombolan bermotor bersenjata tajam yang membuat keributan di beberapa lokasi di wilayah Klaten pada Minggu (16/8) dini hari jadi viral di media sosial. Para pelaku disebut sempat mengeroyok warga dan merusak motor warga di Jalan Jogja-Solo, Ceper, Klaten.
Korbannya ialah seorang pelajar SMK, lelaki berinisial ITP (15). Selain dikeroyok, motor PCX milik korban juga dirusak menggunakan senjata tajam.
Ayah korban, Joko Maryadi (46), menceritakan anaknya saat kejadian sedang makan di angkringan bersama rekannya di tepi Jalan Jogja-Solo, Mlese, Ceper. Kejadiannya sekitar pukul 02.34 WIB, Minggu (16/8).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kejadiannya sekitar pukul 02.34 WIB, anak saya jajan sama temannya. Gerombolan itu ke arah Solo dan bikin ulah turun dari motor," kata Joko kepada detikJateng lewat ponsel, Selasa (18/8/2026).
Diceritakan Joko, para pelaku menyeberang jalan dan mendekati warung angkringan lewat celah median jalan. Saat itu anaknya tidak peduli dan melanjutkan makan.
"Anak saya melanjutkan makan tapi didatangi dikeroyok, dipukuli dan dibacok dengan celurit. Anak saya ditarik temannya, kalau tidak ditarik ya fatal," ujar Joko.
"Yang bacok anak saya yang pakai jaket warna kuning. Kena di bagian punggung, untungnya tidak ditarik sehingga tidak sobek, luka punggung kiri cuma goresan," lanjut Joko.
Joko menyatakan, anaknya dan temannya segera lari, termasuk pedagang angkringan dan warga lain yang jajan. Motor anaknya yang tertinggal dirusak.
"Semua lari, termasuk bakul angkringan dan motor anak saya dirusak. Saya periksakan ke RSUP Tegalyoso," papar Joko.
Anaknya, sebut Joko, hanya dirawat jalan meskipun sebenarnya diminta rawat inap oleh dokter karena pusing serta muntah.
"Motor anak saya dirusak dengan sajam, sebelah kiri pecah semua. Warungnya angkringan tidak dirusak," sambung Joko.
Para pelaku, kata Joko, diyakini merupakan pelaku yang beraksi di Jimbung dan RSI sebab waktu dan lokasinya berurutan.
"Sama pelakunya, jamnya berurutan, videonya CCTV juga ada, sudah saya adukan ke Polresta. Para pelaku meneruskan ke arah Solo, infonya juga ribut di Penggung," imbuh Joko.
Pantauan detikJateng di lokasi, lokasi angkringan yang diserang jaraknya dengan gudang kargo yang juga diserang sekitar 300 meter. Posisi warung di lajur ke arah Yogyakarta.
Saat dimintai konfirmasi soal adanya korban, Kasi Humas Polresta Klaten AKP Suwoto menyatakan belum mengetahui. "Belum ada laporan, kita cek. Atau mungkin ke Polsek Ceper, " kata Suwoto saat dihubungi detikJateng.
Sebelumnya diberitakan, konvoi gerombolan pengendara sepeda motor mengamuk di beberapa lokasi di Klaten terekam CCTV dan videonya jadi viral. Warga Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes, menyebut gerombolan itu sempat diteriaki maling lantaran tepergok hendak mencuri motor milik peronda.
Dalam unggahan akun Instagram @kabareklaten disertakan beberapa video hasil rekaman CCTV. Dalam video itu terlihat beberapa orang menyeberang jalan menghampiri rekannya. Salah satunya memakai helm dan berjaket kuning.
Setelah itu, rombongan tersebut mengejar sejumlah pria di depan gudang berpintu biru. Para pelaku mengejar sampai depan pintu. Pelaku yang berjaket kuning tampak membawa celurit panjang, dan pelaku yang berjaket hitam membawakan pedang.
Dalam narasi postingan itu disebutkan lokasi kejadiannya di Ngembel, Jimbung. Para pelaku disebut melakukan pencurian helm di lokasi.
Kasi Humas Polresta Klaten AKP Suwoto menyatakan sudah mendapatkan laporan soal kejadian tersebut. Kasus tersebut masih dalam penyelidikan.
"Sementara kasusnya dalam penanganan Sat Reskrim Polresta Klaten. Kejadian tersebut masih dalam penyelidikan," kata Suwoto saat diminta konfirmasi detikJateng via ponsel, Senin (17/8).
Ketua RW 25 Ngembel, Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes, Sugiyanto mengatakan peristiwa itu terjadi di kampungnya sekitar pukul 01.35 WIB. Gerombolan itu sempat diteriaki maling saat mencuri helm milik warganya yang sedang ronda.
"Mau mencuri motor tidak bisa, lalu diteriaki maling, terus yang diambil cuma helmnya saja," kata Sugiyanto saat dihubungi detikJateng.
Sugiyanto menjelaskan, gerombolan itu kemudian kabur ke arah utara dan sempat hampir ribut dengan warganya. Selanjutnya, gerombolan itu juga disebut beraksi di selatan RSI.
