Ada yang Dapat 1 Ton Sapu-sapu di Bendung Karet Pati, Ternyata Mau Dibuat Ini

Ada yang Dapat 1 Ton Sapu-sapu di Bendung Karet Pati, Ternyata Mau Dibuat Ini

Tim detikJateng - detikJateng
Kamis, 03 Sep 2026 06:29 WIB
Warga mengais ikan sapu-sapu di tengah Bendung Karet Sungai Juana yang asat, Rabu (2/9/2026).
Warga mengais ikan sapu-sapu di tengah Bendung Karet Sungai Juana yang asat, Rabu (2/9/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng
Solo -

Warga berbondong-bondong datang ke Bendung Karet Sungai Juana di Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati yang mengering. Mereka mengambil ikan yang terdampar bahkan hingga 1 ton untuk dijual dan dimanfaatkan sebagai pelet.

Air yang terus surut di alur sungai Juana terjadi sejak beberapa pekan hingga akhirnya membuat air benar-benar asat. Hal itu membuat ribuan ikan terdampar di dasar sungai yang berlumpur.

Salah satu pencari ikan, Saipul, mengatakan dia dan rekan-rekannya pada Rabu (2/9) dari pagi sampai siang mengumpulkan ikan sapu-sapu yang terdampar. Rencananya ikan itu akan dikirim ke pabrik untuk diolah jadi pelet.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini ambil ikan sapu-sapu, nanti mau dikirim ke pabrik, buat pelet atau tepung ikan," kata Saipul ditemui di lokasi, Rabu (2/9/2026).

ADVERTISEMENT

Dia dan 10 orang lainnya datang ke lokasi dengan persiapan kotak dan mobil pikap. Mereka kemudian mengangkuti ikan tersebut ke mobil.

"Kita bagi rata semua. Ini ada 10 orang warga sini semua (warga Desa Bungasrejo)," jelasnya.

Saipul mengaku mendapatkan 1 ton ikan. Dia menyebut ikan tersebut dikirim ke pabrik dan dijual dengan harga Rp 2.500 per kilogram.

"Harganya Rp 2.500 per kilogram. Dapat 1 ton. Dari sini kita kirim ke TPI Juwana," jelas dia.

Warga yang datang ke sana tidak hanya mengambil ikan sapu-sapu, namun ada juga yang mendapat ikan gabus atau ikan kutuk. Salah satunya Ari, warga Tondomulyo. Ari mengambil ikan kutuk untuk dibuat lauk makan malam.

"Nyari ikan setelah kalinya surut. Ini dapatnya ikan kutuk sama betok, yang masih bertahan di tempat lumpur. Rencana mau buat lauk sendiri," jelas Ari

Ari juga menjelaskan, kondisi bendungan berangsur surut sejak sebulan terakhir ini. Akan tetapi sampai kering kerontang baru terjadi sepekan ini.

"Ini sudah seminggu kering, tapi surut itu sudah 1 bulan. Karena airnya habis untuk pengairan sawah petani. Ini petani sudah menanam pagi khawatir akan gagal panen," ujarnya.



(alg/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads