Warga berbondong-bondong datang ke Bendung Karet Sungai Juana di Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati yang mengering. Mereka mengambil ikan yang terdampar bahkan hingga 1 ton untuk dijual dan dimanfaatkan sebagai pelet.
Air yang terus surut di alur sungai Juana terjadi sejak beberapa pekan hingga akhirnya membuat air benar-benar asat. Hal itu membuat ribuan ikan terdampar di dasar sungai yang berlumpur.
Salah satu pencari ikan, Saipul, mengatakan dia dan rekan-rekannya pada Rabu (2/9) dari pagi sampai siang mengumpulkan ikan sapu-sapu yang terdampar. Rencananya ikan itu akan dikirim ke pabrik untuk diolah jadi pelet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini ambil ikan sapu-sapu, nanti mau dikirim ke pabrik, buat pelet atau tepung ikan," kata Saipul ditemui di lokasi, Rabu (2/9/2026).
Dia dan 10 orang lainnya datang ke lokasi dengan persiapan kotak dan mobil pikap. Mereka kemudian mengangkuti ikan tersebut ke mobil.
"Kita bagi rata semua. Ini ada 10 orang warga sini semua (warga Desa Bungasrejo)," jelasnya.
Saipul mengaku mendapatkan 1 ton ikan. Dia menyebut ikan tersebut dikirim ke pabrik dan dijual dengan harga Rp 2.500 per kilogram.
"Harganya Rp 2.500 per kilogram. Dapat 1 ton. Dari sini kita kirim ke TPI Juwana," jelas dia.
Warga yang datang ke sana tidak hanya mengambil ikan sapu-sapu, namun ada juga yang mendapat ikan gabus atau ikan kutuk. Salah satunya Ari, warga Tondomulyo. Ari mengambil ikan kutuk untuk dibuat lauk makan malam.
"Nyari ikan setelah kalinya surut. Ini dapatnya ikan kutuk sama betok, yang masih bertahan di tempat lumpur. Rencana mau buat lauk sendiri," jelas Ari
Ari juga menjelaskan, kondisi bendungan berangsur surut sejak sebulan terakhir ini. Akan tetapi sampai kering kerontang baru terjadi sepekan ini.
"Ini sudah seminggu kering, tapi surut itu sudah 1 bulan. Karena airnya habis untuk pengairan sawah petani. Ini petani sudah menanam pagi khawatir akan gagal panen," ujarnya.
